Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Parenting»Anak Pintar Naturalis

Anak Pintar Naturalis

Dunia anak dunia bermain. Tampaknya kalimat yang klise. Tapi begitulah gambaran anak-anak dari zaman ke zaman. Perhatikan anak di sekolah taman-kanak-kanaknya, betapa senangnya bila mereka diajak beraktivitas di alam terbuka

Sabtu, 05 Mei 2012

Anak-anak dengan kepintaran naturalis gemar mengeksplorasi alam. Mengamati tumbuhan dan binatang, mengamati bintang di langit malam, mempertanyakan asal-usul, sebab akibat, dan sebagainya.

Dunia anak dunia bermain. Tampaknya kalimat yang klise. Tapi begitulah gambaran anak-anak dari zaman ke zaman. Perhatikan anak di sekolah taman-kanak-kanaknya, betapa senangnya bila mereka diajak beraktivitas di alam terbuka dibanding di dalam kelasnya saja. Wajahnya langsung cerah ceria dan teriakan-teriakan kecilnya segera meramaikan suasana.

Di antara puluhan bocah-bocah lima tahunan itu, mungkin beberapa di antaranya memisahkan diri dan asyik dengan dunianya. Mengamati semut-semut yang sedang menuruni dahan tanaman. Mengangkat kepik dari daun lalu meletakkan di telapak tangannya. Atau menggigit daun dan bunga karena ingin tahu bagaimana rasanya.

Anak dengan gambaran demikian, dalam kerangka teori multiple intelligences yang digagas Howard Gardner, adalah ciri anak yang memiliki kepintaran naturalis atau pintar dengan kepekaannya terhadap alam.

SI KECIL ANDA NATURALIS?

Dalam bahasa sederhana, kepintaran naturalis diartikan sebagai kemampuan untuk memahami, mengidentifikasi dan bekerja secara baik memanfaatkan tumbuhan, hewan dan obyek-obyek alamiah lainnya. Inilah kepintaran yang dimiliki oleh para pakar perkebunan, dokter hewan, biolog kelautan, dan sebagainya.

Dalam dunia yang sesungguhnya orang-orang dengan kepintaran ini umumnya ‘bertangan dingin.’ Mereka akan sangat berhasil menjadi ahli atau pengusaha tanaman (kebun), peternak, pemelihara tanaman, juru masak, florist (perangkai bunga), peneliti lingkungan, dan sebagainya.

Nah, bila si kecil Anda senang dengan binatang, pandai mengurus hamster atau anak ayam yang Anda berikan, bila ke pantai dia lebih senang bermain pasir atau mengamati terumbu. Atau di kelas prasekolahnya dia lebih menyukai permainan outdoor, senang mengamati lubang semut, putri malu, dan sebagainya, maka kemungkinan besar ia memiliki kepekaan ini.

Apa yang bisa Anda perbuat dalam kehidupan sehari-harinya? Manfaatkan saja hewan peliharaan di rumah untuk membantu anak mengenal dunia binatang. Atau ajak ia berjalan-jalan ke taman dekat rumah ketimbang menonton film kartun di televisi. Melibatkan si kecil saat Anda berkebun pun dapat memikatnya. Pokoknya, anak-anak dengan kepintaran ini akan selalu terlihat ‘hidup’ saat mereka dilibatkan dalam aktivitas luar ruang (outdoors).

Tak ada salahnya, sebagai hadiah ulang tahun, Anda memberinya teropong, kaca pembesar, kacamata renang, peralatan hiking, atau buku-buku tentang hewan dan alam. Mereka juga akan sangat antusias mengunjungi museum nasional, kebun binatang, taman safari atau tempat-tempat dimana di situ ada kehidupan binatang liar (margasatwa).

Bila sejak dini Anda mengakomodir dan memfasilitasi si kecil dengan itu semua, bukan tak mungkin ia akan menjadi seperti orang-orang terkemuka dalam sejarah. Sebut misalnya, Galileo (astronom), Rachael Carson (penulis naturalis tahun ‘60-an), John James Audubon (pelukis naturalis, 1785-1851), Lewis & Clark (ekspedisioner flora-fauna di Amerika Serikat), Jane Goodall konservatoris/periset simpanse), Jacques Costeau (oceanographer), Diana Fossey (periset gorilla), atau Raden Saleh (pelukis Indonesia yang karyanya terkenal di dunia). ■

Kepintaran naturalis adalah kemampuan untuk memahami, mengidentifikasi dan bekerja secara baik memanfaatkan tumbuhan, hewan dan obyek-obyek alamiah lainnya.


Disadur dari buku Pintar Naturalis - editor Deni Karsana - Wyeth Nutritionals

comments powered by Disqus

Rendah Hati, Bukan Rendah Diri

Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia.

connect with abatasa