Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Parenting»Kata-Kata Itu Ibarat Mantra

Kata-Kata Itu Ibarat Mantra

Kita punya sarana sederhana namun ampuh untuk mengubah cara kita dan anak-anak menjalani hidup: kata-kata. Kita dapat menciptakan keseimbangan dan keselarasan yang lebih mendalam sepanjang hari-hari kita yang sibuk dengan....

Selasa, 28 Februari 2012

Kita punya sarana sederhana namun ampuh untuk mengubah cara kita dan anak-anak menjalani hidup: kata-kata. Kita dapat menciptakan keseimbangan dan keselarasan yang lebih mendalam sepanjang hari-hari kita yang sibuk dengan jalan menyadari perkataan kita. Ingatlah pepatah lama, "Hati-hati dengan harapan yang kauucapkan; itu bisa menjadi kenyataan," yang bisa disederhanakan menjadi, ‘Hati-hati dengan perkataanmu karena itu bisa jadi nyata." Jika Anda ingin mengikuti langkah orang gila yang ketakutan, teruslah berbicara tentang betapa ketakutannya Anda. Jika, sebaliknya, Anda ingin merasakan ketenangan, bicaralah tentang diri Anda yang merasakan kedamaian dan dapat melakukan segala sesuatu dengan mudah. Ingat, Andalah yang menulis skenario untuk setiap detik dalam pelayaran spiritual Anda. Untuk mencptakan peristiwa-peristiwa yang membahagiakan dalam hidup Anda, berpikir dan berbicaralah positif. Buang jauh-jauh kebiasaan berbicara negatif dan ingatkan anak-anak untuk melakukan hal itu juga.

Seorang gadis usia sebelas tahun memberi saya alasan paling tepat untuk berusaha menggunakan kata-kata positif pada anak-anak saya, "Ibu saya selalu bilang betapa bahagianya dia dengan kelahiran saya dan bukan hanya pada hari ulang tahun saya. Dia bilang bahwa ini adalah sebelas tahun yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Saya jadi senang sekali, terutama waktu dia mengatakannya pada sore hari setelah saya mengalami hari buruk di sekolah dan saya sedih. Rasanya eriak pergi tidur dengan perasaan bahwa ada orangyang menyayangi kita."

Kawan saya, Brenda, seorang aktris, pengarang, dan ibu dua anak berkata, "Saya sadar bahwa kata-kata saya adalah tongkat sihir yang saya gerakkan sepanjang hari, baik dalam dialog dengan diri saya sendiri maupun dengan orang lain."


Disadur dari buku SQ untuk Ibu, Penulis: Mimi Doe, Penerbit KAIFA

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa