Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Parenting»Teknik Mengasah Kepintaran Spiritual Anak Bag. I

Teknik Mengasah Kepintaran Spiritual Anak Bag. I

Prinsip pertama kepintaran spiritual adalah adanya kesadaran bahwa diri sendiri adalah sebuah mukjizat (keajaiban). Karena itu, seyogyanya Anda dan anak harus bangga dan kagum pada diri sendiri. Kesadaran berikutnya, ...

Senin, 20 Februari 2012

Ada banyak prinsip kepintaran spiritual yang dapat Anda gali dari dalam diri anak, bahkan diri Anda sendiri. Berikut ini cara-cara menggali dan mengembangkannya :

1.   CARI GAMBARAN UTUH TENTANG "SIAPA SAYA"

Prinsip pertama kepintaran spiritual adalah adanya kesadaran bahwa diri sendiri adalah sebuah mukjizat (keajaiban). Karena itu, seyogyanya Anda dan anak harus bangga dan kagum pada diri sendiri. Kesadaran berikutnya, adalah kesadaran bahwa manusia tinggal di jagad raya yang maha luas ini berdampingan dengan makhluk hidup lain.

Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari :

  • Ingatkan anak betapa ajaib dan berharga dirinya, begitu juga orang lain.
  • Ajari anak untuk menarik pelajaran dari peristiwa-peristiwa di dalam hidup. Dari kegagalan, sakit, kemenangan, dan sebagainya. Carilah selalu aspek positif dan hikmahnya.
  • Sediakan waktu khusus bersama mereka untuk menikmati ciptaan Tuhan, setelah setiap hari Anda dipengapkan oleh barang-barang ciptaan manusia. Misalnya di malam hari bersama anak duduk di teras menikmati bintang-bintang, atau setiap berwisata alam, jelaskan padanya kehebatan ciptaan Tuhan, atau setiap bertemu dengan orang lain yang kondisinya buruk, sentuhlah jiwa anak dengan rasa iba dan kasih sayang sekaligus mencontohkan tindakan nyata.
  • Luangkan waktu untuk beristirahat. Bersama anak, gunakan waktu ini sebagai sarana spiritual untuk menghayati konteks dan makna hidup.

2.   GALI NILAI-NILAI

Nilai (value) merupakan panduan bertindak atau bersikap. Pertama kali dalam hidupnya anak berkenalan dengan nilai yang dianut orang- tuanya. Setelah itu, dari teman-teman, guru, keyakinan agama, dan lingkungan.

Nilai-nilai spiritualitas itu misalnya: kebenaran, kepedulian, cinta, tenggang rasa, kesatuan, kesabaran, kejujuran, kerjasama, pengertian, integritas, rasa syukur, keadilan, keberanian, kebebasan, amal, rasa percaya, humor, persamaan hak, kesederhanaan, kedamaian, tanggung jawab, kemurnian hati, ketekunan, dan harmoni.

Seseorang yang memiliki kepintaran spiritual, hidup dalam nilai- nilai tersebut. Ia menjadi mudah terhindar stres, pertikaian, juga keraguan. Ia menggunakan nilai-nilai itu untuk kebaikan dirinya maupun banyak orang.

Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari :

  • Tumbuhkan percaya diri anak bahwa nilai yang dianutnya sudah baik. Nilai itu ibarat otot baja yang melindunginya dari serangan sekaligus memberi anak kekuatan tak terbatas.
  • Selalu tanamkan pada anak, bahwa setiap perbuatan ada akibatnya.
  • Pilih tokoh keteladanan keluarga dalam hal perilaku luhur, bermoral dan menjunjung etika.
  • Ajarkan anak mencintai orang lain dan dirinya sendiri.
  • Ajarkan anak untuk peka terhadap perasaan orang lain.
  • Ajarkan anak memahami penderitaannya. Tujuannya, agar mereka tidak hanya memikirkan penderitaan, kemalangan dan kesialannya sendiri. Tetapi, menggunakannya untuk membantu jutaan orang yang menderita seperti dirinya
  • Ajarkan anak mengungkapkan cinta. Misal, cinta kepada keluarga dengan pelukan dan ciuman.

3.   AJARI MENCIPTAKAN VISI DAN MISI

Visi adalah kemampuan berpikir atau merencanakan masa depan dengan bijak dan imajinatif. Visi, rencana, atau panggilan hidup ini ibarat ‘pembimbing’ anak. Semakin tinggi visi anak, semakin besar pengaruh yang mungkin ia miliki terhadap orang-orang maupun kehidupannya.

Contoh visi tidak terbatas dan kekal misalnya seperti yang dimiliki Muhammad, Yesus, Khong Hu Cu, Buddha, Lao Tze, Mahatma Gandhi, Mother Theresa, dan sebagainya.

Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari :

  • Bimbing anak merumuskan visi (cita-cita) hidupnya. Visi harus positif dan anak harus punya tekad untuk melaksanakannya.
  • Tanamkan padanya untuk menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik dan mampu menjadikan dirinya orang yang lebih baik.
  • Berdiskusilah dengan anak tentang tokoh-tokoh besar dalam sejarah, terutama tokoh spiritual, untuk mencari tahu visi mereka dan mencontoh bagaimana mereka mewujudkan visinya.
  • Ingatkan anak, hidupnya adalah suatu karunia yang sangat berharga. Jadi, jalanilah sepenuh hati.

4.  AJAK ANAK UNTUK MEMAHAMI DI RI SENDIRI DAN ORANG LAIN


Orang yang pintar spiritual memiliki belas kasih dan komitmen kepada orang lain. Tak hanya sampai di situ, mereka pun akan ikut bertanggung jawab dalam menolong. Mereka akan tidak tahan menyaksikan penderitaan orang lain.

Karena itu ajak anak untuk memahami dirinya sendiri. Ini akan membuat anak lebih memahami orang lain, yang akan mendorongnya melakukan tindakan dan reaksi nyata kepada orang lain.

Prakteknya dalam kehidupan sehari-hari :

  • Ajarkan anak menunjukkan belas kasih kepada Sesama tanpa pandang bulu. Beri contoh yang dimulai dari Anda sendiri.
  • Tumbuhkan sikap kerja sama.
  • Ajarkan anak menghormati sesama dan mempercayai orang lain, lewat contoh yang dapat dilihatnya sendiri.

Disadur dari buku Pintar Spiritual - editor Deni Karsana - Wyeth Nutritionals

comments powered by Disqus

Sembilan Langkah Supaya Anak Mau makan

Bukan itu saja. Ketika disuapi, anak bertingkah macam- macam. Ia lari ke sana ke mari, dan menangis jika dipaksa duduk. Jika pun mau makan, makanan tersebut tak dikunyah segera, tetapi diemut dulu.

connect with abatasa