Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Parenting»Malaikat

Malaikat

Sebelum saya berkesempatan untuk membimbing anak-anak dalam perjalanan relaksasi, anak lelaki itu memegang lengan baju saya. "Bolehkah kutunjukkan sesuatu kepada Anda, Nyonya Malaikat?" bisiknya.

Selasa, 06 Desember 2011

Anak lelaki kecil dengan rambut warna pasir itu menggoyang kotak sepatu di lengannya. Dia telah menghias kotak itu dengan gambar-gambar mengilat menggunakan spidol. Saya sedang mengunjungi kelas satu tempatnya belajar untuk memimpin lokakarya tentang malaikat, dan dia datang ke sekolah dengan mata bersinar dan kotaknya yang berharga itu.

Sebelum saya berkesempatan untuk membimbing anak-anak dalam perjalanan relaksasi, anak lelaki itu memegang lengan baju saya. "Bolehkah kutunjukkan sesuatu kepada Anda, Nyonya Malaikat?" bisiknya. Sebelum gurunya yang tinggi dan tampak galak itu sempat menyuruh si anak kembali ke mejanya, dia semakin mendekat dengan kotaknya. "Yah, sebenarnya aku ingin bercerita dulu kepada Anda, baru kutunjukkan ini." Dia meletakkan kotak itu di pangkuan saya dengan hati-hati dan, sambil menatap mata saya, dengan tenang seakan-akan tidak ada orang lain di ruangan itu, dia berkata, "Sebelum pamanku meninggal karena AIDS, dia bilang bahwa dia akan selalu menyertai­ku-bahwa dia akan menjadi malaikat yang selalu menjagaku. Dia bilang bahwa aku akan tahu kalau dia ada sebab aku akan menemukan bulu dari sayapnya. Aku mencari-cari bulu di salju selama berhari-hari, tapi aku tidak bisa menemukan tanda dari pamanku.  Semalam aku menemukan satu di atas bantalku." Dia membuka tutup kotak sepatu yang berhias itu untuk menunjukkan selembar bulu putih yang besar. "Aku membuat kotak malaikatku pagi ini begitu bangun tidur supaya bulu ini selalu aman."

Saya mendapatkan banyak kesempatan untuk bekerja bersama anak-anak, tetapi semangat bocah ini yang begitu terbuka dan percaya akan selalu saya ingat. Anak- anak dan malaikat mempunyai hubungan yang ajaib, dan malaikat mereka sama sama hidup dan beragamnya dengan anak-anak itu sendiri. Anak-anak tidak harus diyakinkan bahwa malaikat itu ada; mereka tahu dan mereka melihatrya.


Disadur dari buku SQ untuk Ibu, Penulis: Mimi Doe, Penerbit KAIFA

comments powered by Disqus

Kumpulan Hadits tentang Keluarga

Lelaki tua itu menjawab: "Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya)

connect with abatasa