Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Parenting»Perkembangan Keterampilan Sosial Anak

Perkembangan Keterampilan Sosial Anak

Mula-mula, mulai anak belajar bagaimana supaya ia dapat diterima dalam suatu kelompok. "Sebab setiap kelompok punya standar bagi anggotanya tentang perilaku yang dapat diterima.

Senin, 31 Oktober 2011

Anak yang pintar secara interpersonal tak lepas dari kemampuannya membangun hubungan sosial dengan orang lain. Proses ini berlangsung secara bertahap, sejak si kecil mulai berinteraksi dengan lingkungannya.

Mula-mula, mulai anak belajar bagaimana supaya ia dapat diterima dalam suatu kelompok. “Sebab setiap kelompok punya standar bagi anggotanya tentang perilaku yang dapat diterima. Agar dapat diterima di kelompok itu, anak tak hanya mesti tahu aturan-aturan kelompok tersebut, namun mungkin ia perlu menyesuaikan perilakunya,” kata Elizabeth Hurlock dalam bukunya, Child Development.

Setelah anak bisa melewati tahap ini, maka anak dapat melakukan atau mengikuti pola yang biasa dilakukan kelompok itu. Misalnya, apakah ia menjadi seorang murid di sekolah, menjadi seorang anak di rumah, atau menjadi anggota di sebuah kelompok belajar atau bisa apa saja, ataupun anggota lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Tahap terakhir, agar ia dipandang ‘baik’ oleh kelompok itu, ia juga mesti berinteraksi dan berperan aktif, sesuai aturan yang ditetapkan dalam kelompok yang diikutinya. Misalnya, anak mau melakukan aktivitas bersama-sama, sensitif terhadap perasaan anak lain, bisa menengahi konflik, berkompromi, dan sebagainya. Jika anak bisa melakukan fungsi-fungsi ini dengan baik, ia dipandang telah berhasil dalam kehidupan sosialnya.

Berkembangnya Kepribadian

 

Seiring dengan meningkatnya keterampilan sosial anak, makin jelas terlihat bagaimana kepribadian seorang anak. Apakah ia termasuk pemalu, pemarah, atau justru suka bergaul. Dengan mengetahui kepribadiannya, orangtua dapat membantu anak mengembangkan kepintaran interpersonalnya. Sebab, anak pemalu, pendiam, bahkan penyendiri, jika pendekatan lingkungan cukup tepat, maka perlahan-lahan anak bisa dibantu untuk memiliki kepintaran interpersonal.

Inilah tahapan kepribadian seorang anak sejak ia masih bayi.

Usia 0 - 3 bulan

Menangis karena lapar, bosan, menuntut perhatian lingkungan terutama dari orangtuanya. Ooo.. ia pun bisa tersenyum lho. Tetangga atau kerabat Anda bahkan kerap memuji anak yang mudah tersenyum ini sebagai anak yang ramah.

3-18 bulan

Mulai usia ini anak sudah mulai bergaul atau berinteraksi dengan orang lain dengan cara tersenyum, melambaikan tangan, atau memberi tanda dengan tangannya misalnya minta sesuatu.

Di usia 1 tahunan, anak pun bisa menunjukkan perilaku negatif. Misalnya, nakal, bandel, tak sabaran, susah diatur, atau mudah tersinggung.

Usia 18 - 24 bulan

Si kecil mau mengerjakan sesuatu sendiri. Juga mau membantu orang lain. Jika dikritik ia menghadapinya dengan tenang atau cuek, tapi terkadang juga sedih. Saat ini pun, anak sudah menunjukkan diri sebagai pemimpin atau pengikut saja.

Usia 24 - 36 bulan

Individualitas anak mulai terlihat. Melakukan sesuatu untuk coba-coba apakah ia bisa atau tidak.

Usia 3 -5 tahun

Percaya dirinya mulai tumbuh, baik saat bersama lingkungan terdekat maupun saat menghadapi orang lain. Mulai usia ini anak juga mengenal humor dengan menggunakan kata-kata. Bahkan si kecil mulai menyadari bahwa dengan berhumor membuat orang lain senang, membuatnya diterima di lingkungan sosial, dan meningkatkan percaya dirinya. ■

 

Disadur dari buku Akrab dengan Si Kecil - editor Deni Karsana - Wyeth Nutritionals

comments powered by Disqus

Cantik Dalam Pandangan Islam

Wanita tercantik adalah wanita yang memiliki tubuh ramping, pinggang kecil, betis membujur, rambut panjang dan pirang, kulit putih, bibir kecil dan penuh, hidung mancung, dan mata berbinar. Itulah yang ada dalam fikiran wanit

connect with abatasa