Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Parenting»Ketika Anak Hilang Percaya Diri

Ketika Anak Hilang Percaya Diri

Wajahnya pucat, matanya nanar, mulutnya terdiam, pandangannya tertuju pada telunjuk-telunjuk yang terarah pada mukanya. Badannya dihentakkan, kepalanya di’degung’kan, kakinya ditendang, ...

Kamis, 15 April 2010

Wajahnya pucat, matanya nanar, mulutnya terdiam, pandangannya tertuju pada telunjuk-telunjuk yang terarah pada mukanya. Badannya dihentakkan, kepalanya di’degung’kan, kakinya ditendang, teriak yang memekakkan nyaring terdengar di telinganya. Mereka semua memaki, kata-kata kotor keluar dari mulut mereka. Entah kenapa, teman-teman sekolahnya berlaku seperti itu. Apa salah anak itu sehingga teman-temannya merasa punya hak untuk menghakimi, mencaci dan memaki.

Dia hanya sendirian, berhadapan dengan belasan temannya yang garang bagai singa yang kelaparan. Kulerai mereka. Terus terang aku emosi. Aku teriaki mereka, ini sudah keterlaluan.

Kemudian anak itu berjalan, menyusuri jalan kampung yang kering oleh matahari. Kepalanya menunduk ke bawah. Mencari… masih adakah cinta di bumi. Hatinya hancur, harga dirinya ambruk, tak ada lagi percaya diri.

Ya.. mungkin, mungkin saja hal itu bisa terobati. Jika ketika anak itu kembali, mereka disambut dengan senyum orang tuanya, didengar kisah pedihnya, dan dibelai dengan penuh kasih sayang, direngkuh dalam pelukan hangat ibunda, dipangku oleh genggaman kuat ayahanda, dan dibisikki kata bijaksana seorang orangtua .

Rumah adalah markas, rumah adalah barak. Di sanalah tempat menyusun kekuatan sebelum kembali berlaga di medan pertempuran. Tempat mengisi kembali batere yang habis dipakai seharian. Sehingga hati kembali berenergi, wajah kembali bercahaya, dan hidup akan terlihat begitu indahnya.

Ah… anak-anakku.
Aku sayang padamu.

comments powered by Disqus

Rendah Hati, Bukan Rendah Diri

Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia.

connect with abatasa