Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Parenting»Berlebihan Dalam Memberi Imbalan

Berlebihan Dalam Memberi Imbalan

Sebagaimana lazimnya, ada perbuatan-per-buatan anak yang boleh mendapat imbalan bentuk material. Tujuannya untuk memotivasi anak melakukan pekerjaan bersifat sukarela dan hal-hal yang tidak dapat dipaksakan. Meskipun demikian, tidak ada salahnya memotivasi dengan ungkapan pujian, sepotong permen, doa yang baik, ...

Rabu, 23 Desember 2009

Sebagaimana lazimnya, ada perbuatan-per-buatan anak yang boleh mendapat imbalan bentuk material.  Tujuannya untuk memotivasi anak melakukan pekerjaan bersifat sukarela dan hal-hal yang tidak dapat dipaksakan.  Meskipun demikian, tidak ada salahnya memotivasi dengan ungkapan pujian, sepotong permen, doa yang baik, atau dengan hadiah simbolis.  Semua itu juga dengan catat-an bahwa si anak telah mencurahkan tenaga secara tulus dan berusaha melakukan pekerjaan tersebut sebaik mungkin serta tidak gegabah.

Akan tetapi, tetap tidak boleh dilupakan bahwa prinsip umum yang harus dipraktikkan adalah tidak boleh memberikan imbalan pada anak untuk perbuatan yang memang merupakan kewajibannya.  Cara seperti itu akan membuatnya menjadi orang yang pragmatis dan materialis.  Ia tidak akan melaksanakan sesuatu kecuali ada imbalannya.

Para pendidik Muslim telah mengakui bahwa tidak dibenarkan memberikan imbalan bagi setiap pekerjaan yang merupakan tugas dan tanggung jawab anak.  Tujuannya agar imbalan itu tidak menjadi suap (risywah), yang akan menghilangkan nilainya sebagai pemotivasi perilaku yang baik.

Meskipun demikian, banyak orang tua yang melakukannya berlebihan sehingga tidak ada satu pun pekerjaan anak (mengerjakan PR, berhenti berteriak, makan, sholat, puasa, atau minum susu) yang dilakukan tanpa upah.  Hal itu terjadi berulang-ulang, sehingga makna imbalan berubah menjadi suap.  Jika berkelanjutan, pekerjaan yang menjadi kewajiban anak akan kehilangan esensinya. Pada gilirannya, si anak akan kehilangan semangat untuk bekerja jika suap itu berhenti atau terancam berkurang.

(Anda dapat menyimak 19 kesalahan lainnya dalam 20 Kesalahan dalam Mendidik Anak karya Muhammad Rasyid Dimas, dari Penerbit Sygma Publishing-sygmapustaka@sygmacorp.com)

comments powered by Disqus

Tenang Dalam Setiap Sikap

Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang

connect with abatasa