Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Parenting»Gelar Pada Anak

Gelar Pada Anak

Pemberian gelar adalah penghargaan terhadap sang anak sekaligus bermakna membangkitkan rasa harga dirinya untuk hidup di tengah-tengah masyarakat, menumbuhkan kepribadiannya, ...

Jum'at, 31 Juli 2009

Adalah sangat terpuji terhadap tindakan memberi gelar kepada sang bayi agar sejak kecil dia terdorong melakukan perbuatan-perbuata luhur.

Pemberian gelar adalah penghargaan terhadap sang anak sekaligus bermakna membangkitkan rasa harga dirinya untuk hidup di tengah-tengah masyarakat, menumbuhkan kepribadiannya, dan menumbuhkan rasa ingin meneladani semangat dan kepribadian orang-orang besar yang namanya mereka sandang.   

Suatu pertimbangan kejiwaan yang penting sekali dalam pembinaan pribadi anak-anak muslim. Konon cerita bahwa Rasulullah Saw suka memberi gelar kepada anak-anak para sahabat. Adik sahabat Anas digelari Abu `Umair. Rasulullah sering menegurnya sambil berkelakar. Sabdanya : 

“Ya Aba `Umair, maa fa`alan Nughair ?!” Hai Abu `Umair, bagaimana keadaan si Nughair (nama burung kesayanganmu)?!” 

Rasul juga memberi izin kepada Aisyah Ra untuk memakai gelar Ummu Abdullah, karena ia mengasuh Abdullah bin Zubair, anak saudara perempuannya - Asma` binti Abu Bakar Ra. 

Pemberian gelar seperti di atas tidak harus sesorang mempunyai anak. Abu Hurairah Ra mempunyai gelar seperti ini, padahal beliau tidak mempunyai anak yang bernama Hurairah. Begitu juga Abu Dzar, Abu Hafash untuk Umar bin Abdul Aziz, Abu Sulaiman untuk Khalid bin Walid, Abu Bakar Ra, dan lain-lain. 

Akhirnya, hendaknya senantiasa bayi anda dipilihkan nama dan gelar yang baik dari nama tokoh-tokoh Islam yang namanya tertulis dengan tinta emas sejarah karena keagungan dan kecemerlangannya. Janganlah kita beri nama anak-anak kita dengan nama dan gelar yang makruh apalagi yang haram agar tidak memberikan dampak negatif pada karakternya. 

Menurut ijma para ulama, Anda diperkenankan menamakan bayi Anda dengan nama Rasulullah saw. Akan tetapi tidak diperkenankan memakai gelar beliau. Hal ini berdasar keterangan Abu Hurairah. Abu Qasim (Rasulullah saw.) bersabda:

“Boleh menamakan dengan namaku, namun tidak boleh memberikan gelar dengan gelarku”.

 

Sumber: http://www.namaislami.com/

comments powered by Disqus

Cantik Dalam Pandangan Islam

Wanita tercantik adalah wanita yang memiliki tubuh ramping, pinggang kecil, betis membujur, rambut panjang dan pirang, kulit putih, bibir kecil dan penuh, hidung mancung, dan mata berbinar. Itulah yang ada dalam fikiran wanit

connect with abatasa