Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Pedagang yang jujur

Pedagang yang jujur

Yunus bin Ubaid adalah seorang pedagang perhiasan di zaman Tabiin. Pada suatu hari, Yunus menyuruh saudaranya untuk menjaga toko karena ia akan mengerjakan shalat.

Senin, 16 Juli 2012

Yunus bin Ubaid adalah seorang pedagang perhiasan di zaman Tabiin. Pada suatu hari, Yunus menyuruh saudaranya untuk menjaga toko karena ia akan mengerjakan shalat. Tak lama kemudian, datanglah seorang Badui yang hendak membeli perhiasan. Teijadilah transaksi jual beli antara si Badui dengan saudaranya Yunus.

Satu perhiasan yang hendak dibeli harganya empat ratus dirham. Sebenarnya, Yunus sudah memberitahu saudaranya bahwa perhiasan itu harganya dua ratus dir­ham. Namun, si Badui membeli perhiasan itu dengan harga empat ratus dirham.

Di tengah jalan, orang Badui itu bertemu dengan Yunus bin Ubaid. Melihat perhiasan yang berasal dari tokonya, Yunus bin Ubaid lalu bertanya kepada si Badui.

``Berapa harga perhiasan yang kamu beli ini?`` tanya Yunus kepada orang Badui itu.

``Empat ratus dirham,`` jawab orang Badui.

``Tetapi harga sebenarnya dua ratus dirham. Mari kita kembali ke tokoku agar dapat kukembalikan sisa uangmu,`` ajak Yunus bin Ubaid.

``Biarlah, tidak perlu. Aku sudah merasa senang dan beruntung dengan harga ini.

Di kampungku harga per­hiasan ini sekitar lima ratus dirham,`` jawab si Badui.

Namun, Yunus tidak membiarkan orang Badui itu pergi. Dia mendesak agar orang Badui itu mau kembali ke tokonya dan akan dikembalikan kelebihan uangnya. Awalnya, si Badui tetap tidak mau. Setelah dipaksa si Ba­dui akhirnya menurut.

``Apakah kau tidak malu dan takut kepada Allah atas perbuatanmu menjual barang tadi dengan harga dua kali lipat?`` Yunus bertanya dengan marah kepada saudaranya ketika orang Badui itu telah pergi.

``Orang itu sendiri yang mau membelinya dengan harga empat ratus dirham,`` saudaranya mengelak dan berusaha menjelaskan bahwa dirinya di pihak yang benar.

`Ya, tetapi di atas pundak kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperla- kukan diri kita sendiri,`` jawab Yunus bin Ubaid tegas.

``Menjadi pedagang yang beriman berarti menjadi pedagangyang jujur dan amanah dalam mencari rezeki yang halal. Hindari penipuan dalam perdagangan agar usaha berjalan aman, tenteram, dan berkah. ``


Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama


 

comments powered by Disqus

Kumpulan Hadits tentang Keluarga

Lelaki tua itu menjawab: "Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya)

connect with abatasa