Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Sucikanlah Niat

Sucikanlah Niat

Niat adalah kunci utama diterimanya segala amal kebaikan. Sebegitu pentingnya niat hingga banyak saudara sesama muslim memulai segala aktivitasnya dengan wudhu untuk menjaga dan melindungi kekhusuyukkan niat.

Kamis, 12 Juli 2012

Para pembaca yang budiman, kita sepakat bahwa niat adalah kunci utama diterimanya segala amal kebaikan. Sebegitu pentingnya niat hingga banyak saudara sesama muslim memulai segala aktivitasnya dengan wudhu untuk menjaga dan melindungi kekhusuyukkan niat.

Amirul mukminin Abu Hafsh Umar Bin Khatab ra berkat, Aku mendengar Rasulullah bersabda,
"Semua amal perbuatan bergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijahnya untuk apa yang ia tuju."
Ketika mengingat hadis ini aku jadi teringat mengenai sebuah pertanyaan salah satu saudara setelah sama-sama mendengarkan kajian ramadhan. Dia menanyakan tentang bagaimana cara menjaga niat agar tetap khusyu kepada Allah, lalu sang ustadz itu pun berkata:
Kiat yang paling utama adalah kita harus tahu dulu kepada siapa kita menjaga niat tersebut, kita benar-benar harus mengupayakan untuk mengenal dan dekat kepada-Nya. Lewat ibadah di malam-malam kita, lewat kajian-kajian keislaman maupun tadzabur Qur’an. Semakin kita dekat dan terus mengasah hati kita untuk dekat dalam naungan-Nya maka semakin peka pula kita membandingkan pada kondisi apa niat kita lurus, berubah, maupun membalikkan yang berubah menjadi lurus kembali.
Kedua, berhati-hatilah ketika menceritakan amalan-amalan yang kita lakukan. Amalan-amalan itu menjadi baik diceritakan ketika diniatkan untuk berbagi ilmu dalam nuansa nasihat kebaikan dan kesabaran, namun dia tidak menjadi baik ketika ditujukan untuk mendapatkan acungan jempol orang-orang yang mendengarkan. Semakin banyak yang memberikan perhatian maka semakin senanglah ia, dan saat itulah niat dalam diri telah bergeser mengikuti nafsu setan.
Ketiga, jangan pernah bangga dengan amalan kebaikan, kita masih setetes buih yang terasing dari badai lautan. Dua pertanyaan yang khas untuk menyentuh hati kita adalah:
Seberapa banyakkah dosa & khilaf kita jika dibandingkan amalan kebaikan kita.
Seberapa yakinkah amalan kebaikan yang telah dilakukan diterima oleh Allah.
Subhanallah... sucikanlah niat dengan menyebut asma-Nya.

Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Kompas Gramedia Building

 



Anda akan menikah? buat website pernikahan anda yang dapat anda gunakan untuk undangan online atau informasi pernikahan anda, Gratis hanya di WebNikah.com.
Atau anda mempunyai bisnis dan usaha dalam layanan wedding seperti wedding organizer, Fotografi, Makeup atau fotografi, Gabung juga sebagai Vendor di Webnikah.com dan promosikan layanan anda. Daftarkan Wedding Service anda di Vendor WebNikah.com

comments powered by Disqus

Sembilan Langkah Supaya Anak Mau makan

Bukan itu saja. Ketika disuapi, anak bertingkah macam- macam. Ia lari ke sana ke mari, dan menangis jika dipaksa duduk. Jika pun mau makan, makanan tersebut tak dikunyah segera, tetapi diemut dulu.

connect with abatasa