Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Hikmah Shalat

Hikmah Shalat

Berdiri adalah lambang tegak berjuang melawan hawa nafsu. Ruku` lambang kerendahan hati, bersujud adalah pengenalan diri. Membaca Alfatihah/Alquran adalah zikir, syahadat mengandung makna keakraban kepada Allah,

Rabu, 30 Mei 2012

Shalat antara lain mengandung penghormatan dan pengagungan kepada Allah SWT. Manusia mengenal aneka tata cara penghormatan, berdiri, mengangkat tangan — satu atau dua — ruku`, bersimpuh sujud, atau mengucapkan kalimat-kalimat pujian dan pengagungan. Semua cara penghormatan yang dikenal umat manusia, telah  terhimpun dalam amalan-amalan shalat.

Kaum shufi yang menelusuri jalan menuju Allah, memahami bentuk dan tata cara shalat, sebagai lambang station (maqaamaat) perjalanan kepada Allah. Berwudhu` sebelum shalat adalah station pertama yakni mensucikan diri dengan bertaubat. Penentuan kiblat, adalah kebergantungan kepada pembimbing.

Karena buat para shufi, berjalan menuju Allah yang mereka istilahkan dengan saalik atau muriid hams memiliki penuntun yang dinamai syekh atau mursyid.

Berdiri adalah lambang tegak berjuang melawan hawa nafsu. Ruku` lambang kerendahan hati, bersujud adalah pengenalan diri. Membaca Alfatihah/Alquran adalah zikir, syahadat mengandung makna keakraban kepada Allah, sedang salam adalah pertanda pengunduran diri dari kenikmantan duniawi karena puas dengan kelezatan ruhani.

Hemat saya wajar saja permohonan diajukan kepada Allah pada waktu sujud, karena saat ini — menurut sebuah hadis —adalah saat terdekat seseorang kepada Tuhannya.

Disadur dari buku Haji Bersama M. Quraish Shihab, Penerbit Mizan.

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa