Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Keuntungan dalam Bekerja

Keuntungan dalam Bekerja

Orang yang beruntung dalam bekerja adalah mereka yang selalu berusaha untuk berubah menjadi lebih baik, terus memperbaiki kualitas diri dan amalnya. Memang manusiawi jika orang ingin...

Kamis, 12 November 2009

Orang yang beruntung dalam bekerja adalah mereka yang selalu berusaha untuk berubah menjadi lebih baik, terus memperbaiki kualitas diri dan amalnya. Memang manusiawi jika orang ingin untung karena manusia adalah makhluk ekonomi. Namun, tentu tidak membuat kita melakukan berbagai hal tanpa mempedulikan halal-haram, berkah tidaknya untung yang didapat.

Oleh karena itu agar sukses dalam bekerja, ada beberapa prinsip yang harus kita jalankan, yaitu: pertama, selalu luruskan niat. Kita mencari nafkah untuk menafkahi anak istri, keluarga, dan membantu orang lain. Jangan pernah terbersit bekerja hanya demi duniawi semata, kita akan rugi. Niatkan dalam hati bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah. Sehingga dalam mengerjakan amanah pun, kita tetap berusaha bersikap atau berbuat sesuatu yang diridhai Allah. Seperti inilah yang disebut sebagai orang beruntung.

Kedua, dikatakan untung dalam bekerja adalah bila nama bagus dan citranya baik. Koruptor adalah contoh orang yang dapat harta banyak, namun namanya hancur. Sehingga kita harus mengevaluasi diri, bagaimana citra kita kalau bekerja? Karena jika citra akan bertahan lama, sedang uang akan cepat habis.

Keuntungan ketiga, adalah ketika bekerja, kita juga dapat menambah wawasan. Dalam bekerja, seharusnya kita selalu mengupayakan diri untuk terus mengup-grade diri, menambah keilmuan, pengetahuan tentang pekerjaan yang diamanahkan kepada kita. Begitu pun ketika sudah tidak bekerja lagi (pensiun), ilmu dan pengalaman selama bekerja dapat menjadi amal jariyah yang manfaat bagi banyak orang.

Selanjutnya, dengan bekerja, kita pun harus untung dengan menambah banyak saudara, menjadi ajang silaturahmi. Bukan malah sebaliknya, menambah musuh. Celakanya, pemimpin yang baik adalah pimpinan yang dicintai karyawannya. Dan untuk bisa dicintai, kita dahulu yang harus mencintai karyawan, atau rekan kerja kita. Misal, jika pembeli sudah sayang kepada pedagang, ia akan senang membeli barang kepada pedagang itu. la akan membela pedagang, akan mempromosikannya kepada orang lain. Bahwa membeli barang disana dilayani dengan baik, murah, dan cepat. Itulah contoh orang yang dalam bekerjanya menambah saudara. Karena yang paling berharga dalam hidup ini bukanlah uang, tetapi saudara.

Keuntungan lainnya yang juga ingin kita raih dalam bekerja adalah semakin banyak orang lain yang diuntungkan dengan bisnis atau pekerjaan kita. Kian merata pendistribusikan keuntungan bagi banyak orang. Inilah yang disebut dengan sebaik-baik manusia, yaitu orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Dengan bekerja pada kita, ada ayah yang dapat membiayai keluarganya, ada juga anak yang menafkahi orangtuanya.

Semoga Allah senantiasa memampukan kita menjalankan setiap amanah yang dititipkan kepada kita, bernilai ibadah sekaligus manfaat untuk sebanyak mungkin umat. Amiin

comments powered by Disqus

Rendah Hati, Bukan Rendah Diri

Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia.

connect with abatasa