Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Kiat Menjaga Lisan

Kiat Menjaga Lisan

Saudaraku, tiada satu patah katapun yang kita ucapkan luput dari pendengaran Allah. Tiada satu patah katapun yang diucapkan kecuali pasti memakan waktu. Tiada satu patah katapun ...

Senin, 30 Juli 2007

Saudaraku, tiada satu patah katapun yang kita ucapkan luput dari pendengaran Allah. Tiada satu patah katapun yang diucapkan kecuali pasti memakan waktu. Tiada satu patah katapun yang kita ucapkan kecuali dengan sangat pasti harus kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

Maka, sebaik-baiknya dan seberuntung-beruntungnya manusia adalah orang yang sangat mampu memperhitungkan dan memperhatikan setiap kata yang ducapkannya.

Sungguh, Alangkah sangat beruntung orang yang menahan setiap kata-kata yang diucapkannya, alangkah sangat beruntungnya orang yang manahan diri dari kesia-siaan berkata dan menggantinya dengan berdzikir kepada Allah.

Berkata sia-sia membuang waktu, sedangkan berpikir membuka pintu hikmah. Maka, alangkah beruntungnya orang yang kuasa menahan lisannya dan menggantinya dengan berdzikir. Berkata sia-sia mengundang bala, berdzikir kepada Allah mengundang rahmat-Nya.

Rasulullah SAW bersabda: "Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (tidak memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma'ruf dan nahi mungkar serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla." (HR. Turmudzi).

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa