Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Melatih Kepekaan Diri

Melatih Kepekaan Diri

Andaikata kita ingin tahu bagaimana masa depan kita, sederhana sekali, Iihat apa yang kita lakukan saat ini. Kalau saat ini kita pemalas, yang akan terjadi adalah masa depan yang suram. Begitupun bila licik, ...

Senin, 14 Mei 2007

Andaikata kita ingin tahu bagaimana masa depan kita, sederhana sekali, Iihat apa yang kita lakukan saat ini. Kalau saat ini kita pemalas, yang akan terjadi adalah masa depan yang suram. Begitupun bila licik, pasti masa depan kita tidak berbeda jauh dengan kelicikan yang dikerjakan saat ini. Karena segala yang kita lakukan akan kembali kepada pelakunya.

Perbuatan baik akan menjadi buah kebaikan, tidak sekarang mungkin nanti. Begitu pula jika amat buruk yang dikerjakan, pasti berbuah keburukan pula. Kita semua sungguh harus menyadarl dan memahami, tidak ada yang celaka, kecuali buah dari pekerjaan kita sendiri.

Oleh karena itu, kewajiban kita hanya dua hal. Pertama, serius mencari dan menemukan kekurangan diri; tidak usah sibuk membela diri. Kedua, mengembang terus kemampuan supaya mampu berbuat lebih baik. Karena kemuliaan seseorang dilihat dari tingkat manfaatya bagi orang lain. Orang memang cenderung tebih sibuk dengan kepentingan dirinya, dengan aktivitas yang menguntungkan diri. Padahal, tidak akan pemah mulia orang yang sibuk untuk mencari keuntungan diri. Orang yang sukses dan mulia adalah mereka yang sibuk beraktivitas untuk kemaslahatan orang banyak. Orang yang sukses adalah mereka yang senantiasa berbuat yang terbaik untuk orang lain. Sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, dalam setiap detik kehidupannya betiau berkorban siang malam demi kebaikan umat.

Untuk itu, agar masa depan kita lebih balk, sukses, dan bermanfaat, kita harus belajar dan berupaya untuk memiliki kepekaan dan kepedulian. Terutama peka untuk menambah amal, ilmu, dan berempati terhadap orang lain dan berupaya menarik hikmahnya. Begitu ada ladang amal, segera kerjakan. Jangan ditunda-tunda. Juga terbadap ilmu, setiap ada pertemuan harus menjadi ilmu dan hikmah yang manfaat bagi kita. Sungguh rugi bila aktivitas kita tak menambah ilmu dan hikmah. Ingat, jangan sampai ada perbuatan dan perkataan kita yang mendzalimi atau menyakiti hati orang lain.

Mudahmudahan dengan selalu melatih kepekaan dan kepedulian, menjadikan masa depan kita lebih baik, lebih berkah, dan lebih maslahat. Wallahu a'lam bishshawab.

comments powered by Disqus

Ciri-ciri Ahli Ma`rifat

Hati ini diciptakan Allah untuk menjadi tempat kebahagiaan hakiki. Karena itu hati harus selalu dekat dengan Allah. Bila hati sudah terisi dunia, Allah tidak mau mengisinya. Begitu pun cinta kepada manusia,

connect with abatasa