Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Menjadi Orang yang Berani

Menjadi Orang yang Berani

Keberanian yang sesungguhnya adalah ketika seseorang berani melihat kekurangan dirinya. Orang yang berani inilah yang akan selamat, beruntung karena mempunyai semangat menggebu untuk ...

Kamis, 22 Februari 2007

Keberanian sering kita artikan sebagai seseorang yang berani bertempur, melawan situasi rawan dan penuh bahaya. Tetapi, sebetulnya hal ini hanya sebagian kecil dari sebuah keberanian.

Keberanian yang sesungguhnya adalah ketika seseorang berani melihat kekurangan dirinya. Orang yang berani inilah yang akan selamat, beruntung karena mempunyai semangat menggebu untuk memperbaiki dirinya.

Untuk bisa memperbaiki diri, seseorang harus tahu dahulu apa yang harus ia perbaiki. Dan, untuk mengetahui apa yang harus diperbaiki, kita harus berani melihat kekurangan diri.

Agar kita bisa melihat kekurangan diri, memang membutuhkan latihan serius. Salah satu caranya adalah berani menerima koreksi, masukkan dari orang lain untuk dirinya.

Orang seperti ini akan bergerak cepat, maju karena kian hari ia semakin meningkatkan diri. Dengan beragam koreksi yang ia terima menjadikan ia semakin gigih berupaya lebih baik, tidak seperti yang dikritikan kepadanya.

Sedang orang yang tidak suka jika dirinya dikritik orang lain, ia cendrung akan menghindar. Jika ada masalah yang sepertinya akan menyerang dirinya, ia akan sibuk mencari kambing hitam, melempar kesalahan kepada orang lain.

Ia sangat takut jika dirinya yang harus bertanggungjawab. Sekuat tenaga dia akan membela diri, bahwa bukan ia yang harus mempertanggungjawabkan semuanya.

Tentu, sikap takut disalahkan seperti ini sangat tidak baik.

Orang seperti ini adalah orang yang pengecut. Oleh karena itu, evaluasi kesibukan kita dalam membela diri.

Apakah kita harus membela diri atau kita membela diri karena takut ketahuan? Kita harus berani mengakui dan bertangungjawab jika memang kita yang salah. Tidak perlu membela diri, karena dengan membela diri justru akan memperjelas kesalahan kita.

Selain itu, kita juga harus berterima kasih kepada orang-orang yang telah memberikan masukan, saran kepada kita. Memang naluri manusia lebih menyukai pujian dan penghargaan.

Tetapi, sebenarnya kita tidak akan jatuh karena kritikan orang kepada kita. Justru koreksi adalah salahsatu jalan agar kita menjadi lebih baik dari saat ini, walau bisa jadi pada awalnya terasa pahit.

Kalau pun ternyata koreksian itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, kita tidak perlu sedih. Segera perbaiki diri dan buktikan bahwa kita tidak seperti yang dituduhkan orang-orang.

comments powered by Disqus

Keajaiban-Keajaiban Dunia Ketika Rasulullah S.A.W Dilahirkan

Kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. pada 12 Rabiulawal, Tahun Gajah di Mekah al-Mukarramah sebagai pembuka rahmat di pelosok alam semesta. Kelahiran baginda menjadi seribu satu tanda bahwa baginda akan menjadi utusan terakhir dala

connect with abatasa