Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Aktivitas yang Berkualitas

Aktivitas yang Berkualitas

Saudaraku, keseharian kita tidak lepas dari aktivitas. Mulai dari pejabat, ulama, tokoh politik, pedagang, sampai penganggur. Baik dilakukan sambil berjalan, berlari, duduk, maupun sekadar ...

Kamis, 15 Februari 2007

Saudaraku, keseharian kita tidak lepas dari aktivitas. Mulai dari pejabat, ulama, tokoh politik, pedagang, sampai penganggur. Baik dilakukan sambil berjalan, berlari, duduk, maupun sekadar berkedip. Dapat dipastikan ada yang dikerjakan. Yang membedakan hanyalah kualitas. Apakah yang kita kerjakan bernilai guna atau sebaliknya.

Untuk itu, agar aktivitas kita bernilai guna, ada beberapa prinsip yang harus dijalankan. Pertama, luruskan niat. Niatkan dalam hati, bekerja adalah bagian dari ibadah. Sehingga dalam mengerjakan amanah pun kita tetap berusaha bersikap, berbuat sesuatu yang diridhai Allah. jangan sekali-kali terbersit keinginan untuk dihargai orang lain. Karena teramat rugi jika harapan itu tidak didapat.

Kedua, ada nilai plus yaitu menambah wawasan. Dalam bekerja, seharusnya kita selalu mengupayakan diri untuk terus meng-upgrade diri, menambah keilmuan, pengetahuan tentang pekerjaan yang diamanahkan kepada kita. Bagaimana bisa memberi manfaat jika tidak dilandasi ilmu? Apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Otak kita pun harus terus, diasah. Jika tidak demikian, maka siap-siap lah jika harus tergilas karenanya. Begitupun ketika kita sudah tidak bekerja lagi, pensiun, ilmu dan pengalaman selarna bekerja dapat menjadi amal jariyah yang manfaat bagi sebanyak orang.

Ketiga, banyak orang yang diuntungkan dari yang kita lakukan. Kian merata pendistribusian keuntungan bagi orang banyak. Inilah yang disebut dengan sebaik-baik manusia, yaitu orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Dengan bekerja pada kita, ada ayah yang dapat membiayai keluarganya, ada anak yang menafkahi orang-tuanya.

Semoga Allah senantiasa memampukan kita menjalankan setiap amanah yang dititipkan kepada kita, bernilai ibadah sekaligus manfaat untuk sebanyak mungkin ummat. Arniin.

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa