Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Allah Maha Pemurah

Allah Maha Pemurah

Saudaraku, ketakwaan, pengorbanan dan menjadikan Allah sebagai tujuan hidup, semua ini sangat ringan untuk diucap, namun tidak mudah melakukannya. Betapa banyak orang yang fasih mengatakan takwa, namun perilakunya jauh dari kata-kata yang dia ucapkan.

Senin, 11 Desember 2006

Saudaraku, ketakwaan, pengorbanan dan menjadikan Allah sebagai tujuan hidup, semua ini sangat ringan untuk diucap, namun tidak mudah melakukannya. Betapa banyak orang yang fasih mengatakan takwa, namun perilakunya jauh dari kata-kata yang dia ucapkan. Kita akan lebih mudah memahami persoalan ini dan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari ketika telah tumbuh jiwa syukur dalam hati kita.

Dengan memahami betapa Pemurahnya Allah terhadap diri kita, beban seberat apapun insya Allah akan terasa ringan memikulnya. Mudah-mudahan perjalanan haji ini membuat kita semakin membulatkan tekad bahwa hidup ini hanya untuk Allah. Allah yang telah menciptakan dan memelihara kita dengan limpahan karunia-Nya. Allah yang mendetakkan jantung kita, Allah pula yang menakdirkan kita menjadi manusia seperti ini. Allah telah membentuk kita dengan rupa yang sebaik-baiknya. Dikala kita lapar, Allah yang menyediakan makan. Di kala haus, Allah pula yang memberi kita minum.

Di kala tubuh kita kotor, Allah-lah yang menyediakan air pembersih untuk tubuh kita. Di kala lelah, Allah memberi kita rasa kantuk, lalu kita tertidur dengannya. Tatkala tidur, kita tak berdaya, dan Allah melindungi dan menentramkan tidur kita. Andai bukan Allah, siapa lagi yang bisa memberi rasa nyenyak ketika tidur? Allah yang telah menjaga segala-galanya.

Sungguh, Dia tidak pernah lalai dalam mengurus kita semua. Di kala kita merasa malu karena tiada busana, Allah-lah yang memberikan penutup aurat. Kita berbeda dengan binatang. Kita diberi penutup aurat agar kita tidak menjadi makhluk yang rendah. Allah-lah yang mencerdaskan akal dan pikiran kita. Sejak kecil kita disekolahkan agar pandai, bisa berhitung, bisa membaca.

Orang menghormati kepandaian kita, padahal semua itu adalah karunia Allah. Dia memberi kita kecerdasan, walaupun bisa jadi kita jarang mengingat-Nya. Allah pulalah yang memberi keimanan kepada kita. Di kala sebagian manusia hidup dengan tidak mengenal Islam, tidak mengenal agama, Allah melimpahkan pada kita nikmat iman. Wallahu a’lam bish showab






comments powered by Disqus

Ciri-ciri Ahli Ma`rifat

Hati ini diciptakan Allah untuk menjadi tempat kebahagiaan hakiki. Karena itu hati harus selalu dekat dengan Allah. Bila hati sudah terisi dunia, Allah tidak mau mengisinya. Begitu pun cinta kepada manusia,

connect with abatasa