Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Kejernihan Berpikir

Kejernihan Berpikir

Hal pertama dan terpenting yang dapat membuat seseorang menjadi unggul di dunia dan akhirat adalah kejernihan berpikir.

Selasa, 04 Juli 2006

Hal pertama dan terpenting yang dapat membuat seseorang menjadi unggul di dunia dan akhirat adalah kejernihan berpikir. Secara ilmiah, jelas bahwa orang yang memiliki kemampuan kontrol emosi dan pengendalian pikiran yang baik, dialah yang akan dapat berbuat dan berpikir dengan jitu. Karena setiap orang yang kontrol emosinya tidak baik, dia tidak akan bisa melakukan sesuatu dengan tepat dan tidak akan bisa menggali potensi terbesar yang ada pada dirinya. Tegasnya, hanya orang-orang yang punya kemampuan mengendalikan diri dengan baiklah yang akan tampil unggul.
 
Kitabullah Alquran menjawab, konsep yang terpenting agar seseorang bisa berpikir jernih dan tertuntun dengan baik adalah "Alaa bidzikrillahi tathmainnul quluub..." (Q.S. Ar-Ra`d 13: 28). Dengan kata lain, apapun yang ingin bisa mendapatkan kemampuan menggali potensi yang ada, sehingga dia menjadi orang yang sanggup menguasai diri dan sanggup berpikir serta bertindak jernih, kunci utamanya adalah harus punya keahlian berzikir kepada Allah. Tanpa ini sungguh berbahaya karena orang yang punya keunggulan tanpa ingat kepada Allah, niscaya keunggulannya itu akan menjadi alat kebinasaan dan kehinaan baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Harta, gelar, pangkat, jabatan, dan kedudukan, demi Allah tidak akan pernah membuat hati kita menjadi tenang. Betapa banyak orang yang menjadi hina dan sengsara karena perkara duniawi tersebut. Karenanya konsep pertama yang harus dimiliki kalau ingin unggul di dunia dan akhirat adalah punya keunggulan zikir kepada Allah, sehingga kita selalu berada dalam ketentraman. Wallahu a`lam bish showab
 

comments powered by Disqus

Tenang Dalam Setiap Sikap

Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang

connect with abatasa