Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Guru Yang Berani Menilai Diri

Guru Yang Berani Menilai Diri

Seorang guru yang lebih sibuk mengevaluasi dan memperbaiki diri, maka lambat laun guru inilah yang akan bisa merubah dan memperbaiki murid-muridnya.

Jum'at, 05 Mei 2006

Saudaraku yang budiman, jika sahabat seorang guru, pernahkah mengalami kejadian, satu kelas nilainya jelek semua ? Satu kelas akhlaknya tidak ada yang baik, atau satu kelas ribut semua ? Pertanyaannya adalah apakah mungkin itu terjadi karena semua siswa melakukan kesalahan kolosal ? Lalu kemudian kita sibuk menyalahkan, bahwa inilah murid-murid ternakal, Ini akibat sistem yang buruk, atau karena para orang tua tidak mempunyai perhatian?

Saudaraku, sebaik-baik guru adalah guru yang berani menilai dirinya. Yang berani bertanya tentang berbagai kemungkinan pada dirinya, mungkin saya mengajar kurang dipahami ? Mungkin saya mengajar kurang persiapan ? Mungkin saya mengajar kurang profesional ? Atau mungkin saya mengajar kurang ikhlas, sehingga tidak bisa meraba dan menyentuh hati mereka ?

Seorang guru yang lebih sibuk mengevaluasi dan memperbaiki diri, maka lambat laun guru inilah yang akan bisa merubah dan memperbaiki murid-muridnya. Wallahu a’lam bish showab.
 

 

comments powered by Disqus

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi - radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakekn

connect with abatasa