Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Belajar Mendengar

Belajar Mendengar

Berbahagialah bagi saudara-saudaraku yang terampil mendengarkan dengan baik. Terampil memimpin pendengarannya dengan baik.

Jum'at, 10 Februari 2006

Saudaraku yang baik, mungkin pernah suatu saat kita mendengar keburukan orang lain. Dan kita senang mendengarnya. Ketahuilah, kalau kita menikmati keburukan orang lain ? Maka akan terbitlah pikiran-pikiran yang lebih buruk lagi. Orang yang mendengar keburukan demi keburukan dan dinikmati, maka akan terbit pikiran yang buruk. Tutur kata yang buruk, dan sikap yang buruk .

Berbahagialah bagi saudara-saudaraku yang terampil mendengarkan dengan baik. Terampil memimpin pendengarannya dengan baik. Yang dirinya tidak mau mendengar kecuali ilmu, informasi, ataupun wawasan, yang bisa membuat dirinya semakin bening hati. Semakin jernih berpikir dan semakin berbuat benar di jalan Allah Swt.

Tidak pernah ada kemuliaan bagi orang yang gemar mendengar kebusukan hanya semata-mata memuaskan nafsu belaka. Pendengaran yang jernih, hati jernih, pikiran jernih prestasipun akan diraih. Wallahu a`lam bish showab
 

 

 

 

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa