Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Menjaga Amanah Waktu

Menjaga Amanah Waktu

Yang menjadi masalah sesungguhnya bukan terletak pada waktunya, tetapi pada bagaimana kita mengisinya. Waktu yang telah berlalu tak mungkin terulang kembali.

Senin, 02 Januari 2006

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran
 (QS. Al-‘Ashr : 1-3)
 
Saudaraku, Islam mengajarkan kita menggunakan waktu untuk empat perkara; iman, amal saleh, nasehat-menasehati dalam menaati kebenaran, dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran. Waktu sangat berharga, jangan biarkan ia berlalu, kecuali kita isi dengan sesuatu yang berharga. Pikiran, sikap, tutur kata, dan apa pun yang kita lakukan, semuanya pasti memakan waktu. Maka, tidak boleh kita melakukannya, kecuali bila berharga dan bermanfaat. Jika dalam setiap perpindahan waktu kita mampu melakukan yang terbaik, maka hidup kita senantiasa membawa manfaat terbaik pula.
 
Yang menjadi masalah sesungguhnya bukan terletak pada waktunya, tetapi pada bagaimana kita mengisinya. Waktu yang telah berlalu tak mungkin terulang kembali. Berdasarkan Al-Qur’an, untuk mengisi waktu-waktu kita, kuncinya adalah, kita mesti memegang empat perkara. Yaitu, kita harus berupaya keras agar kita mampu meningkatkan mutu keyakinan kita kepada Allah. Makin tinggi tingkat keyakinan kita kepada Allah, maka hati kita akan menjadi semakin tenang. Sebaliknya, makin merosot tingkat keyakinan kita kepada Allah, selamanya kita akan selalu dirundung gelisah, takut, dan bingung dalam hidup.

Mengapa? Kebanyakan orang akan merasa tenang hidupnya jika memiliki backing yang kuat. Seorang anak akan merasa aman jika orang tuanya kaya raya. Ia akan merasa lebih tentram dibanding kalau orang tuanya serba kekurangan. Seseorang yang berteman dengan seorang yang cerdas, yang mampu menyelesaikan banyak masalah, akan merasa tentram karena kecerdasan temannya itu akan membantu dia ketika ia bertemu dengan berbagai masalah.
 
Bagi orang yang mengenal Allah, ia akan menyadari bahwa Allah-lah yang memiliki kemampuan Maha Sempurna. Sekali Allah berkehendak menolong hamba-Nya, maka tidak pernah akan ada satu pun yang bisa menghalangi walaupun berkumpul jin dan manusia menolaknya. Allah Maha Kaya, Dia-lah yang memiliki kekayaan alam semesta ini. Dia tidak akan pernah kikir dengan kekayaan-Nya itu. Dia lebih tahu apa yang kita butuhkan daripada diri kita sendiri. Allah Maha Tahu masalah kita. Allah Maha Tahu segala sesuatu yang terbaik bagi kita. Maka, orang yang punya keyakinan yang baik kepada Allah, dia akan merasa tenang dalam hidupnya.
Wallahu a`lam bish showab
 

comments powered by Disqus

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi - radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakekn

connect with abatasa