Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Kedamaian Idul Fitri

Kedamaian Idul Fitri

Segala kesalahan, kehilafan dan prasangka buruk dilebur dalam semangat Idul Fitri.

Senin, 31 Oktober 2005

"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu" (Q.S. An-Nisa: 1).
 
Semoga Allah Yang Maha Menatap menjadikan hari-hari kita senantiasa penuh dengan kebahagiaan, apalagi dengan tibanya Hari Raya Idul Fitri tentu saja bagi umat Islam diseluruh dunia adalah saat tibanya kebahagiaan, dan bentuk perayaan yang dilaksanakan tentunya menurut tradisi daerahnya masing-masing. Idul Fitri menandai berakhirnya bulan ramadhan, sekaligus mengawali kehidupan baru yang diharapkan lebih bak daripada sebelumnya. Umat Islam di Indonesia merayakan Idul Fitri dengan tradisi berlebaran dan bersilaturahmi yang semarak, mudik ke kampung halaman, sanak keluarga juga tak kalah meriahnya. Semuanya berlangsung indah, rukun dan damai. Segala kesalahan, kehilafan dan prasangka buruk dilebur dalam semangat Idul Fitri.

 

Saudaraku, setelah menjalani shaum selama sebulan penuh, umat muslim telah ditempa untuk mensucikan diri sehingga diharapkan mempunyai jiwa yang bersih serta terkendali. Dengan pengendalian diri itulah, segala langkah yang diambil akan sesuai dengan ketentuan hidup yang tertib dan damai. Bukankah perang terbesar adalah ketika kita harus mengendalikan hawa nafsu? Bulan Ramadhan yang telah dijalani dapat dijadikan modal untuk langkah selanjutnya. Setelah bulan Ramadhan, terbentang waktu sebelas bulan untuk mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh. Seharusnya seperti itu yang kita lakukan hingga kita jumpa dengan bulan Ramadhan berikutnya. Wallahu a`lam bish showab

comments powered by Disqus

Ciri-ciri Ahli Ma`rifat

Hati ini diciptakan Allah untuk menjadi tempat kebahagiaan hakiki. Karena itu hati harus selalu dekat dengan Allah. Bila hati sudah terisi dunia, Allah tidak mau mengisinya. Begitu pun cinta kepada manusia,

connect with abatasa