Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Kepompong Ramadhan

Kepompong Ramadhan

Inti dari ibadah Ramadhan ternyata adalah melatih diri agar meguasai hawa nafsu.

Jum'at, 30 September 2005

Saudaraku yang budiman, pernahkah sahabat melihat seekor ulat bulu? Bagi kebanyakan orang binatang melata ini tampak menjijikkan, bahkan menakutkan.  Namun, masa hidup ulat ternyata tidak lama karena ia akan masuk ke dalam kepompong, lalu beberapa hari setelah itu ia pun keluar dan menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Siapa yang tidak menyukai bentuk dan penampilan kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka hiasan alami? Sebagian orang mencari dan mengoleksinya baik sebagai hoby (hiasan) ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.

Semua ini menandakan, betapa teramat mudahnya bagi Allah Azza wa Jalla mengubah segala sesuatu. Dari sesuatu yang menjijikan, buruk, dan tidak disukai menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang senang memandangnya, melalui suatu proses perubahan (dalam hal ini kupu-kupu tersebut berupa proses metamorposa) yang sudah diatur dan ditentukan aturannya oleh Allah. Baik dalam bentuk aturan atau hukum alam (sunnatullah) ataupu hukum yang telah disyariatkan kepada manusia (Al Quran dan Al hadits).
Demikian pula bila kita masuk ke dalam “kepompong” Ramadhan.

Jikalau segala aktivitas kita cocok dengan ketentuan-ketentuan “metamorposa” dari Allah, niscaya akan mendapatkan hasil yang mencengangkan, yakni menjadi manusia yang berderajat muttaqin, yang memiliki akhlaq yang indah dan mempesona. Inti dari ibadah Ramadhan ternyata adalah melatih diri agar meguasai hawa nafsu.

Allah berfirman, “ Dan adapun orang-orang takut kepada kebesaran Tuhannya  dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An Naazi’aat (79):40-41)”. Jelaslah, salah satu kunci surga adalah kesanggupan menahan diri dari hawa nafsu yang tidak diridhai Allah.
Wallahu a’lam bish showab

 

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa