Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Cinta Dunia

Cinta Dunia

Oleh sebab itu, meskipun orang telah memiliki berbagai apa pun di dunia ini, kalau qolbunya tidak pernah mengenal Allah Dzat pemilik alam semesta ini, maka ia tidak akan pernah memiliki.

Senin, 12 September 2005

Saudaraku yang budiman, mengapa sebagian besar orang ternyata lebih merasa memiliki harga dengan memperindah “bungkus” daripada berusaha menggali, memiliki dan mempertahankan “isi”? Padahal justru “isi” itulah, harga diri itulah, yang justru bisa menjadi jalan datangnya kemuliaan dan penghargaan dari sesama. Jawabnya, ternyata karena kebanyakan manusia berkecenderungan memiliki sifat hubbud dunya (cinta dunia). Padahal justru sifat inilah yang menjadi faktor paling potensial mengakibatkan seseorang rontok wibawa dan kemuliaannya walaupun ia punya segala-galanya. 
 
Betapa tidak! semakin seseorang mencintai dunia dan menganggap sebagai jalan datangnya penghargaan bagi dirinya, dia akan semakin terperosok ke dalam sisi kehidupan yang pasti menyengsarakan lahir batinnya. Mengapa? karena, di dalam tubuh manusia itu terdapat qolbu, satu perangkat yang tidak akan pernah terpuaskan oleh dunia berikut isinya. 

Oleh sebab itu, meskipun orang telah memiliki berbagai apa pun di dunia ini, kalau qolbunya tidak pernah mengenal Allah Dzat pemilik alam semesta ini, maka ia tidak akan pernah memiliki, apalagi dapat menikmati hakikat kemuliaan diri dan ketenteraman dalam hidup. Wallahu a’lam bish shawab  

 

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa