Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Indahnya Hidup Merdeka

Indahnya Hidup Merdeka

Kendatipun bangsa kita telah merdeka, ternyata sebagian besar pemimpin dan rakyatnya serta boleh jadi termasuk kita masih dijajah oleh bentuk penjajahan yang lain.

Kamis, 18 Agustus 2005

Segala puji bagi Allah Yang Maha Agung, yang selalu ingin membahagiakan hamba-hamba-Nya, dengan menjadi pribadi yang bebas dari perbudakan hawa nafsu, perbudakan cinta dunia, atau perbudakan apapun yang akan merampas kemuliaan dan kebahagiaannya.

Satu-satunya jalan menjadi tuan yang berhak memerintah dan mengatur dirinya sendiri adalah dengan menjadi hamba Allah semata.

Shalawat dan salam semoga tercurah bagi baginda Rasulullah saw yang hidupnya benar-benar merdeka dari perbudakan apapun, selain mulia menjadi hamba Allah semata.

Saudara-saudaraku yang budiman, alangkah pilu dan pedih melihat bangsa yang terjajah dan terampas kemerdekaannya. Diatur dan diperintah semata-mata untuk mengikuti selera yang menjajah.


Tiada ketentraman, tiada cita-cita, tiada kebahagiaan, dan tiada masa depan yang cerah. Kita saksikan pula negeri kita yang pernah dijajah Belanda 350 tahun lamanya, lalu dilanjutkan oleh penjajahan Jepang.

Hasilnya, walaupun kini kita sudah merdeka tapi kita tetap terpuruk dalam ujian yang seakan tiada akhirnya. Karena kendatipun bangsa kita telah merdeka, ternyata sebagian besar pemimpin dan rakyatnya serta boleh jadi termasuk kita masih dijajah oleh bentuk penjajahan yang lain, yang membuat hidup kita tidak bahagia, tidak merdeka dan tidak mulia.

Untuk itu kita perlu mengenal ciri-ciri hidup yang merdeka, yaitu : " Kita tidak disiksa oleh banyaknya keinginan, dapat terbebas dari perbudakan nafsu, tidak diperbudak asmara, menjadi orang yang jujur, selalu berikap tawadhu dalam hidup, senantiasa Ikhlas dalam bertindak dan selalu bertawakal dalam berikhtiar".

Oleh karena itu, marilah kita puaskan diri kita, ikhtiar kita, dan ketawakalan kita hanya kepada Allah, hingga kita dapat menikmati kemerdekaan dalam hidup ini. Wallahu a’lam bish shawab.

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa