Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Pandai Bersyukur

Pandai Bersyukur

Berbahagialah bagi mereka yang senantiasa bersykur terhadap nikmat serta karunia yang Allah limpahkan, dan waspadalah bagi mereka yang tidak bersykyr terhadap nikmat dan karunia yang Allah berikan.

Jum'at, 29 Juli 2005


Saudaraku yang baik, sedih adalah hal yang sangat manusiawi. Namun, jika kita tidak bisa mengendalikan dirinya ketika sedih, maupun gembira. Ketahuilah, itu akan merusak kemampuan memimpin diri kita.

Seorang yang ketika gembira, lalu tertawa dengan terbahak-bahak, sampai lupa diri, dan dirayakan dengan cara yang penuh kesombongan dan keangkuhan, maka, kegembiraan itulah yang membuat dirinya terhina.

Berbahagialah bagi mereka yang senantiasa bersykur terhadap nikmat serta karunia yang Allah limpahkan, dan waspadalah bagi mereka yang tidak bersykyr terhadap nikmat dan karunia yang Allah berikan. Sungguh, seseorang yang mengekpresikan kegembiraannya dengan cara kemewahan, sehingga membuat dirinya lupa diri, itu menunjukkan dia tidak sanggup mengendalikan dirinya. Sebaiknya, ekspresikanlah kegembiraan itu dengan rasa syukur ke Hadirat Ilahi.

Dengan rendah hati. Dengan berterima kasih kepada orang-orang yang menjadi jalan kebahagiaan bagi kita, Insya Allah kegembiraan yang datang akan menambah kemuliaan. Karena kegembiraan akan mendatangkan nikmat dan kegembiraan akan menimbulkan simpati dari orang lain. Wallahu a’lam

comments powered by Disqus

Tenang Dalam Setiap Sikap

Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang

connect with abatasa