Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Siapa yang harus diuatamakan? Istri, Ibu, atau Mertua

Siapa yang harus diuatamakan? Istri, Ibu, atau Mertua

SESEORANG yang baru saja menikah dan terkadang bingung menempatkan prioritas antara memenuhi keinginan istri, orang tua dan mertua. Syari’at Islam bukan syari’at hitam putih, untuk setiap kasus bisa berbeda-beda hukumnya.

Kamis, 27 Agustus 2015

SESEORANG yang baru saja menikah dan terkadang bingung menempatkan prioritas antara memenuhi keinginan istri, orang tua dan mertua. Syari’at Islam bukan syari’at hitam putih, untuk setiap kasus bisa berbeda-beda hukumnya. Yang perlu anda ketahui adalah aturan-aturan dasarnya, dan pengecualian-pengecualiannya. kaidah-kaidah tsb diterapkan kepada setiap kasus. Setiap kasus pun bisa berbeda-beda karena faktor perbedaan tempat, waktu dan keterkaitan dengan masalah lain.

Dalam hal ini, urut-urutan siapa yang paling berhak atas diri suami, dimulai dari Ibu suami, kemudian ayah, kemudian istri, anak dst yang-lain-lain dengan catatan mertua termasuk jauh karena ada diselingi saudara-saudara suami. Ini semua dalam konteks keluarga. Jika dalam urut-urutan siapa yang paling butuh pada suami adalah mulai dari anak,istri, orang tua dan seterusnya sampai orang lain semisal tetangga, dan orang lain.

Dalam prioritas, suami harus menilainya siapa yang saat tertentu lebih perlu Anda layani dan siapa yang bisa ditunda atau dialihkan tanggung-jawabnya ke orang lain. Semua patokan dan kaidah itu harus diterapkan dalam sebuah kasus barulah dipertimbangkan. Kadang suami perlu mendahulukan ibu suami, kadang anak, istri atau bahkan orang lain, harus ditinjau sesuai keadaannya. Jika nilai keterdesakannya sama, maka urutan siapa yang harus suami dahulukan dimulai dari ibu suami.

Di satu pihak ibu suami paling layak suami hormati dan dahulukan, namun di lain pihak anak dan istri adalah tanggung jawab langsung suami yang tak bisa diwakilkan. Tentang istri, baginya yang layak ia ia hormati pertama adalah suaminya, kemudian ibunya dan ayahnya. Sedang tentang siapa yang paling butuh padanya maka pertama suami, anak dan seterusnya ke keluarganya sendiri baru keluarga suami. Jadi, hubungan kita ke mertua adalah hubungan tidak langsung, bersebab hubungan pasangan hidup kita dengan ortunya itu.

Hidup ini memang tidak mudah dan sederhana, dan dunia ini memang kampung ujian. Jika kita menyadari ini kita akan sabar menghadapi segala konflik kepentingan. Oleh karena itu kita amat perlu untuk selalu bersambung padada Allah, agar segala pilihan kita menjadi keberkahan pahala dan dipenuhi kebaikan dan manfaat. [santi/islampos/ titiantasbih]




Sumber : https://www.islampos.com/mana-yang-lebih-diutamakan-istri-ibu-atau-mertua-120763/



Anda akan menikah? buat website pernikahan anda yang dapat anda gunakan untuk undangan online atau informasi pernikahan anda, Gratis hanya di WebNikah.com.
Atau anda mempunyai bisnis dan usaha dalam layanan wedding seperti wedding organizer, Fotografi, Makeup atau fotografi, Gabung juga sebagai Vendor di Webnikah.com dan promosikan layanan anda. Daftarkan Wedding Service anda di Vendor WebNikah.com

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa