Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Jadilah Seorang Pemimpin yang Pemaaf, Bijaksana dan Alim!

Jadilah Seorang Pemimpin yang Pemaaf, Bijaksana dan Alim!

Tiba-tiba ia melihat seorang penggembala datang dari hutan. Bahramjur berkata, "Wahai, penggembala! Tolong, pegangkan kudaku ini sampai aku selesai menyembelih himar ini."

Rabu, 03 September 2014

Suatu hari, raja Bahramjur pergi untuk berburu. Tampaklah olehnya himar liar. Lalu ia mengikutinya sampai ia meninggalkan pasukanya. Kemudian ia menangkapnya dan segera turun dari kudanya untuk menyembelihnya. Tiba-tiba ia melihat seorang penggembala datang dari hutan. Bahramjur berkata, "Wahai, penggembala! Tolong, pegangkan kudaku ini sampai aku selesai menyembelih himar ini."

Lalu si gembala memeganginya, dan Bahramjur pun sibuk menyembelih himar. Ketika ia selesai menyembelih, dilihatnya penggembala tadi sedang berusaha mengambil ronce-ronce berlian yang menghiasi kudanya. Raja Bahramjur berpura-pura tidak tahu sampai penggembala selesai, dan ia berkata dalam hatinya, bahwa melihat cela orang lain juga adalah tercela."
Kemudian ia mengambil kudanya, menaikinya dan kembali bergabung dengan para prajuritnya. Ketika ia telah bersama prajuritnya, bertanyalah wazirnya, "Wahai raja, di manakah berlian hiasan kuda tuan?"

Sambil tersenyum, raja menjawab, "Diambil orang yang tidak akan mengembalikanya, dan diketahui oleh DZat yang tidak pernah tidur. Barangsiapa di antara kalian mendapatinya di tangan orang lain, janganlah kalian menghukum orang tersebut disebabkan perbuatannya."[]

Sumber: Buku Jangan bersedih! 150 cerita Hikmah Penyejuk Hati, Penulis Mohammad A. Syuropati

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa