Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Dekatkan Dirimu Kepada Allah, Agar Engkau Selamat!

Dekatkan Dirimu Kepada Allah, Agar Engkau Selamat!

Suatu hari, aku berlayar bersama rombongan para pedagang. Tiba-tiba kapal yang kami tumpangi dihantam angin dan ombak besar, sehingga goncanglah kapal tersebut, dan kami semua merasa sangat ketakutan. Sementara di sudut kapal

Rabu, 12 Maret 2014

Ada seseorang bercerita:

Suatu hari, aku berlayar bersama rombongan para pedagang. Tiba-tiba kapal yang kami tumpangi dihantam angin dan ombak besar, sehingga goncanglah kapal tersebut, dan kami semua merasa sangat ketakutan. Sementara di sudut kapal, ada seorang lelaki yang mengenakan pakaian dari kulit. Ombak pun tak henti-hentinya menghantam kapal, sampai-sampai air laut masuk ke dalam kapal, sehingga beban kapal bertambah berat.

Kami sudah putus asa mengenai keselamatan jiwa dan harta kami. Tiba-tiba lelaki berpakaian dari kulit itu keluar dari kapal. lalu berdiri mengerjakan shalat di atas air laut. Kami pun berseru kepadanya, "Wahai, kekasih Allah! Tolonglah kami!"

Tetapi ia tidak menoleh kepada kami. Kami pun berteriak lagi, "Demi Dzat Yang memberimu kekuatan untuk beribadah kepada-Nya, tolonglah kami!"

Maka ia menoleh dan berkata, "Apa yang terjadi pada kalian?

Ternyata ia tidak melihat musibah yang sedang menimpa kami. Kami balas bertanya, "Apakah engkau tidak melihat badai yang menghantam kapal ini?"

Dia berkata, "Mendekatlah kalian semua kepada Allah!"

"Dengan cara apa kami mendekat?" tanya kami.

"Dengan meninggalkan harta benda,"jawabnya.

"Sudah kami lakukan," jawab kami.

Dia berkata, "Keluarlah kalian semua dari kapal dengar menyebut nama Allah!"

Maka kami pun keluar satu persatu dari kapal, dan kami berjalan di atas air di sisi lelaki itu. Untuk beberapa waktu, kami tetap ada di atas air. Jumlah kami saat itu kira-kira dua ratus dua ratus orang atau lebih. Kemudian kapal tadi tenggelam beserta seluruh barang dan harta benda yang ada di dalamnya.

Lelaki itu berkata, "Sekarang kamu telah terbebas dari kesulitan duniawi, maka bubarlah kalian!" Kami bertanya, "Demi Allah, siapakah engkau?"

"Aku adalah Uwais al-Qarni," jawabnya.

Kami berkata, "Sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam tadi terdapat bahan makan untuk orang fakir di kota Madinah yang dikirim dari Mesir."

Lalu Uwais berkata, "Jika Allah berkenan mengembalikan harta kalian, maukah kalian  membagikannya kepada orang-orang farkir di kota Madinah?"

"ya,"jawab kami.

Maka Uwais melakukan shalat lagi dua rakaat di atas air, lalu berdoa dengan suara yang tak terdengar. Selesai berdoa, tiba-tiba muncullah kapal tadi ke permukaan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Kami pun segera naik ke kapal. Sementara itu, kami tidak melihat Uwais lagi. Kemudian kami melanjutkan pelayaran ke kota Madinah dan berlabuh di sana, serta membagi-bagikan harta kami pada orang-orang fakir kota tersebut, sehingga tidak ada lagi di Madinah seorang fakir pun selama-lamanya.

Sumber: Buku Jangan Bersedih! 150 Cerita Hikmah Penyejuk Hati, Karya Muhammad A. Syuropati

comments powered by Disqus

Tenang Dalam Setiap Sikap

Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang

connect with abatasa