Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Bersedekah Karena Mencari Ridha Allah

Bersedekah Karena Mencari Ridha Allah

Alkisah, ada seorang fakir yang tinggal bersama istri dan anak-anaknya, dan sudah tiga hari lamanya mereka semua belum makan. Berkatalah sang istri, "Suamiku! Apakah kamu tidak melihat wajah mereka telah pucat menguning, jant

Selasa, 21 Januari 2014

Alkisah, ada seorang fakir yang tinggal bersama istri dan anak-anaknya, dan sudah tiga hari lamanya mereka semua belum makan. Berkatalah sang istri, "Suamiku! Apakah kamu tidak melihat wajah mereka telah pucat menguning, jantung mereka hancur karena menahan lapar, dan mereka semua tidak memiliki kesabaran dan kekuatan seperti kita!"

Sang suami menjawab, "Demi Tuhan, aku telah berputar-putar mencari orang yang mau mempekerjakanku dengan sedikit upah sekadar untuk membeli makanan, tetapi tidak ada seorang pun yang mempekerjakanku, dan sesungguhnya hatiku juga pedih melihat mereka."

Si istri berkata, "Ambillah kerudungku ini dan juallah! Lalu uangnya belikan makanan untuk anak-anak kita."
Maka si suami pun menjual kerudung itu seharga dua dirham, kemudian pergi untuk membeli makanan, tetapi di perjalanan ia bertemu seseorang dan berkata, "Karena ridha dan cinta Allah serta Rasul-Nya, muliakanlah aku, wahai orang yang mau menghutangi! Demi Allah, aku tidak memiliki sesuatu pun, berilah kami derma!"

Si suami berkata pada orang itu, "Ambillah dua dirham ini karena ridha Allah dan cinta Rasul-Nya."
Setelah memberikan dirham tadi, sadarlah ia bahwa uang itu milik istrinya, maka ia malu apabila pulang tidak membawa makanan, juga kuatir istrinya akan memarahinya. Lalu ia pergi ke masjid untuk menunaikan shalat. Setelah shalat, ia memikirkan apa yang telah ia lakukan. Ketika malam menjelang, ia pulang menemui istri dan anak-anaknya. Sementara janjinya sudah lewat. Si istri bertanya, "Apa yang telah engkau lakukan dengan kerudungku? Kamu telah meninggalkan anak-anakmu dalam keadaan lapar!"

Lalu si suami bercerita tentang apa yang terjadi dan tentang uang yang diberikannya pada pengemis. Si istri berkata, "Kalau memang kamu melakukanya karena Allah, maka Allah adalah Zat Yang Mahakaya dan Maha Menepati janji. Jadi apa yang kamu lakukan adalah yang terbaik. Sekarang, juallah barang ini semuanya dan uangnya nanti belikan makanan," lanjut istrinya. Kemudian si suami pun pergi. Lama ia berputar-putar menawarkan barangnya, namun tak seorang pun yang membelinya. Dia sudah merasa lelah dan letih, kemudian ia bermaksud untuk pulang, namun tiba-tiba ia melihat tukang mancing yang membawa seekor ikan sambil menjajakannya. Si suami berkata pada tukang mancing, "Hai, kawan’ Ambillah barangku ini dan berikanlah ikanmu yang tidak laku itu padaku!"

Si tukang mancing pun setuju, lalu ia memberikan ikannya.
Kemudian si suami membawa pulang ikan itu dan diberikan pada istrinya. Ketika si istri melihatnya, bersinarlah raut wajahnya karena bahagia, ia pun segera membelah ikan itu. Ketika dibelahnya, ia menemukan sebuah benda berharga di dalam perut ikan itu yang ia sendiri tidak tahu. Lalu suaminya mengambil benda tersebut dan membawanya pada seorang pedaqanq, Lalu si pedagang berkata, "Ini bukan sembarang batu, tetapi ini adalah mutiara yang sangat mahal, tiada bandingannya dan tak ternilai harganya."

Lalu pedagang tersebut pun membeli dengan harga yang sangat tinggi sekitar empat belas ribu dirham. Si suami pun pulang sambil membawa uang hasil penjualan itu, dan mereka semua larut dalam kebahagian dan hilanglah kesedihan dari mereka. Ketika mereka sedang bergembira, tiba-tiba datanglah pengemis mengetuk pintu dan berkata, "Wahai, ahli Allah! Berilah aku seperti yang diberikan Allah pada kalian!"

Lalu si suami pun segera keluar dan berkata, "Kami semua mengambil separuh, dan kamu sendirian separuhnya lagi, bagaimana? Apakah kamu setuju? Kalau kurang, aku akan menambahnya ."

"Aku setuju," jawab pengemis.
Lalu ia pun pergi untuk mencari tukang angkut, akan tetapi lama pengemis yang di tunggu-tunggu itu tidak kembali sampai .. si suami pun tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi bertemu pengemis tadi lalu ia bertanya, "Mengapa kamu tidak kembali?"

Si pengemis menjawab, "Wahai, hamba Allah! Aku bukanlah pengemis, tetapi aku adalah malaikat yang diutus Allah untuk melihat kesabaranmu terhadap pemberian Allah. Aku memberimu kabar gembira, bahwa dua dirham yang kau dermakan telah diterima oleh Allah, dan Allah telah memberi ganti berupa mutiara serta mempersiapkan suatu kenikmatan yang tak pernah terlihat mata, terdengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik dalam hati kelak di akhirat. Karena kamu telah beramal dengan ikhlas karena Allah, dan Allah tidak pernah menyia-nyiakan orang yang beramal karena-Nya.

Allah berfirman dalam salah satu kitabnya, "Andaikan aku tidak memberi kekuasaan tiga perkara pada tiga perkara yang lain, niscaya urusan dunia tidak akan tertata rapi. Aku berikan kesabaran pada orang yang mendapat cobaan; andaikan tidak ada kesabaran, maka orang tersebut akan mati karena mengeluh. Aku berikan bau busuk pada orang mati; andaikan orang mati tidak bau, maka tidak akan dikubur selamanya. Dan Aku berikan rusak pada gandum; andaikan qandum tidak bisa rusak, maka para penguasa akan menimbunnya seperti halnya emas dan perak. Aku adalah Zat Yang Maka Berkehendak, Maha Dermawan lagi Berkuasa."[]

Sumber : 150 Cerita Hikmah Penyejuk Hati
Penulis : Mohammad A. Syuropati

comments powered by Disqus

Ciri-ciri Ahli Ma`rifat

Hati ini diciptakan Allah untuk menjadi tempat kebahagiaan hakiki. Karena itu hati harus selalu dekat dengan Allah. Bila hati sudah terisi dunia, Allah tidak mau mengisinya. Begitu pun cinta kepada manusia,

connect with abatasa