Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Az-Zaqqum, Pohon Neraka Jahannam

Az-Zaqqum, Pohon Neraka Jahannam

Nabi bersabda, "Andai setetes pohon Az-Zaqqum menetes ke dunia, maka merusak kehidupan penduduk dunia. Bagaimana dengan orang yang makannya ialah Az-Zaqqum?" (HR. At Timidzi)

Jum'at, 30 Agustus 2013

Nabi bersabda, "Andai setetes pohon Az-Zaqqum menetes ke dunia, maka merusak kehidupan penduduk dunia. Bagaimana dengan orang yang makannya ialah Az-Zaqqum?" (HR. At Timidzi)

Dari Ibnu Abbas ra, berkata, "Nabi SAW membaca ayat ini, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Al-Imran 102), lalu bersabda, ‘Andai setetes pohon Az-Zaqqum menetes ke dunia, maka merusak kehidupan penduduk dunia. Bagaimana dengan orang yang makannya ialah Az-Zaqqum?" (HR. At Timidzi-Hadits ini Hasan shahih)

Diriwayatkan Ibnu Madjah di As-sunan, Kitab Az-Zuhud, Bab shifati AN-Naar, 2/1446 dan imam Ahmad di Al-Musnad,1/301, 338 Dan disebutkan Al-Albani di Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir, 5/59, hadits no. 5126 dari Ibnu Abbas ra.

Makna Hadits


Motivasi orang untuk berbuat baik dan membekali diri dengan sifat mulia itu berbeda antar satu dengan lain. Ada orang yang motivasinya ialah menyukai hal yang baik dan akhlak mulia. Ada orang yang motivasinya ialah mengharapkan pahala dan imbala dan sebagainya.

Jika motivasi seseorang semakin kuat, ia semakin termotivasi untuk mengerjakan kebaikan dan meningkatkan akhlak mulia. Begitu pula sebaliknya.

Hadits yang sedang kita bahas sekarang memotivasi, dengan lembut, kelompok tertentu, yaitu orang yang tidak mau mengerjakan kebaikan.

Dalil pohon Az-Zaqqum

"(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum? Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim." (Ash-Shaffat: 62-68)

"Sesungguhnya pohon zaqqum itu. Makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang amat panas. (Ad-Dukhan: 43-46)

"Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum. Dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan" (Al Waaqi’ah: 51-56)

Tafsir

Az-Zaqqum adalah pohon yang tumbuh di dasar Saqar (Neraka jahannam), dahannya membentang tinggi hingga mengenai lapisan neraka, neraka jahanam membuatnya panas membara hingga mendidih seperti mendidihnya air panas. Penghuni neraka memakannya hingga penuh, setelah makan Az-Zaqqum maka mereka minum air panas seperti unta kehausan yang tak kan hilang sama sekali.

Hikmah:


Umat Islam harus komitmen dengan manhaj Allah SWT, dengan amal kebiakan, berhenti maksiat dan dosa, sebelum ajal menjelang, dan sebelum Az-Zaqqum menjadi makanan sehari dan air minum yang panas selamanya

Dahsyatnya siksa neraka, yang tak pernah dilihat mata. Contohnya, Az-Zaqqum tersebut.

Hadits dan ayat tersebut sebagai hiburan bagi pembela kebenaran, kendati pembela kebatilan menyiksa mereka namun kelak pembela kebatilan yang menyiksa pembela kebenaran tersebut akan mendapatkan siksa balasan di neraka.

***

Dikutip dari Buku: Pesan Nabi-Dr. As-Sayyid Muhammad Nuh terbitan An-Nadwah 149-153 Cet 1. Syawwal 1425/ November 2004 H.

comments powered by Disqus

Ciri-ciri Ahli Ma`rifat

Hati ini diciptakan Allah untuk menjadi tempat kebahagiaan hakiki. Karena itu hati harus selalu dekat dengan Allah. Bila hati sudah terisi dunia, Allah tidak mau mengisinya. Begitu pun cinta kepada manusia,

connect with abatasa