Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Hiasan Surga dan Neraka

Hiasan Surga dan Neraka

Tatkala Allah menciptakan surga dan neraka, Allah mengutus malaikat Jibril untuk ke surga. Jibril pun pergi dan melongoknya serta melihat-lihat apa yang Allah persiapkan di dalamnya untuk para penghuninya (nanti).

Kamis, 22 Agustus 2013

"Tatkala Allah menciptakan surga dan neraka, Allah mengutus malaikat Jibril untuk ke surga. Jibril pun pergi dan melongoknya serta melihat-lihat apa yang Allah persiapkan di dalamnya untuk para penghuninya (nanti). Lalu ia kembali dan berkomentar:

"Demi kemuliaan-Mu ya Allah, setiap orang yang mendengar tentang surga itu pasti ingin sekali memasukinya." maka Allah memerintahkan agar surga itu dihiasi dengan hal-hal yang dibenci manusia. Lalu Allah berfirman: "kembalilah engkau Jibril, cobalah lihat kembali surga itu dan apa yang Kupersiapkan bagi penghuninya." Maka pergilah Jibril untuk melihatnya dan kembali lagi terus berkomentar: "Demi kemuliaan-Mu Ya Allah, aku khawatir kalau tak seorang pun yang mampu memasukinya."

Lalu beliau melanjutkan sabdanya: Setelah itu Allah mengutusnya pergi untuk melihat neraka. Allah berfirman: "Pergi dan lihatlah apa yang Kupersiapkan di dalamnya bagi para penghuninya." Maka pergilah Jibril dan melihatnya. Ternyata ia adalah api yang bergejolak. Kemudian kembali dan berkomentar: "Demi kemuliaan-Mu ya Allah, setiap orang yang mendengar tentang neraka itu tak akan memasukinya." Maka Allah memerintahkan agar neraka itu dihiasi dengan hal-hal yang disukai manusia (syahwat). Lalu Allah berfirman: "Pergilah engkau Jibril, lihatlah apa yang Kupersiapkan di dalamnya untuk para penghuninya." Lalu pergilah Jibril untuk melihatnya, setelah itu kembali dan berkomentar: "Demi kemuliaan-Mu, aku khawatir tidak ada seorangpun yang ada kecuali akan masuk ke dalamnya."

Maha Suci Allah, segala Puji bagi-Nya. Kehidupan dunia memang sungguh menggoda manusia. Banyak diantara manusia benar-benar lalai tak terkecuali umat muslim yang seharusnya agamanya paling diridhai oleh Allah Yang Maha Pencipta alam semesta ini. Manisnya hidup, gemerlap dunia sering melalaikan. Godaan nafsu duniawi menutupi mata manusia dari sesuatu yang seharusnya diperjuangkan. Semua kenikmatan dan keindahan dunia menarik manusia ke arah yang merusaknya di alam akhirat nanti.

Manusia telah lupa dan salah mengerti bahwa di dunia ini bukan akhir hidupnya. Dunia ini bukan tempat tinggal terakhir. Dunia ini bukan segala-galanya tempat hidup. Dunia hanya persinggahan semata.

Ada sesuatu tempat yang harus manusia tahu bahwa tempat tersebut nantinya manusia akan tinggal selamanya. Tempat yang kekal yang disediakan oleh Allah yang Maha Pencipta dimana umat manusia akan tinggal selamanya. Itulah akhirat. Akan tetapi Allah menciptakan dua tempat yaitu surga dan neraka.

Surga begitu indah. Surga sangat mempesona dan menarik siapa saja yang mendengarnya. Sebaliknya, neraka sangat panas. Neraka begitu mengerikan dan tak ada seorangpun mau masuk begitu mendengarnya.

Dunia ini sungguh melalaikan umat manusia. Di sini panas dan mengerikannya neraka tertutupi indahnya dunia. Manusia lupa bahkan tidak tahu bahwa apa yang dinikmatinya di dunia justru menjerumuskannya ke neraka. Terlenanya manusia benar-benar menutupi indahnya surga.

Allah Maha Kuasa atas segalanya. Dialah satu-satunya yang layak disembah. Allah telah memberi petunjuk yang benar melalui utusan-Nya yang terkhir sampai akhir zaman, Muhammad saw. Hanya umat manusia yang mengikuti petunjuklah yang dapat masuk menikmati indahnya surga selamanya. Sedangkan orang kafir dan lalai akan merasakan buas dan panasnya neraka selamanya.

Allah Maha Pengampun. Tidak ada kata terlambat untuk bertobat. Masih ada waktu untuk mengadakan perubahan saat ini juga. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memperkenankan kita untuk masuk ke dalam surga-Nya atas rahmat-Nya yang banyak diberikan bagi umat manusia. Aamiin ya Allah

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa