Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Allah Tidak Tidur

Allah Tidak Tidur

Diceritakan bahwasannya umat-umat terdahulu yang masih lemah pemikiran dan sedikit pemahamannya, tidak mau membenarkan rasul-rasul mereka sebelum mereka melihat mu’jizat, sebagaimana umat Nabi Musa.

Minggu, 09 Desember 2012

Diceritakan bahwasannya umat-umat terdahulu yang masih lemah pemikiran dan sedikit pemahamannya, tidak mau membenarkan rasul-rasul mereka sebelum mereka melihat mu’jizat, sebagaimana umat Nabi Musa. Mereka berkata pada Nabi Musa, "kami tak akan beriman sebelum kami melihat Allah dengan jelas!" Akhirnya umat itu disambar petir.

Pada hari yang lain, umat Nabi Musa menemui beliau dan berkata, "wahai Musa, apakah Tuhanmu tidur?" Padahal, di dalam Kitab Taurat telah dijelaskan bahwa Allah tidak mengantuk dan tidak pula tidur.
Atas pertanyaan mereka, Nabi Musa membacakan apa yang ada dalam Taurat. Tapi mereka kembali berkata, "bagaimana mungkin Allah tidak tidur?"

Maka Allah memerintahkan Nabi Musa mengambil dua gelas penuh dengan air. Setelah kedua gelas tersebut berada dalam genggiman tangan Nabi Musa, Allah membuat Nabi Musa tertidu: sehingga gelas yang dipegangnya itu jatuh dan pecah berantukan. Setelah itu Allah berfirman, "wahai Musa, katakan pada umatmu, seandainya Aku (Allah) tidur, maka hancurlah alam semesta ini sebagaimana hancurnya gelas yang ada dalam peganganmu saat engkau tertidur."

Sesungguhnya Allah memuji umat Muhammad saw. dengan firman-Nya; "Kalian adalah sebaik-baik umat," sebab umat ini (Islam) membenarkan Rasulullah saw. tanpa ditunjukkan mu’jizat.

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa