Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Nasehat»Buah Manis Kesabaran dan Ketekunan

Buah Manis Kesabaran dan Ketekunan

Hiduplah sepasang suami istri penjual makanan bernama Abdullah dan Ummayah. Setiap hari, sejak sebelum Subuh

Senin, 10 September 2012

Hiduplah sepasang suami istri penjual makanan bernama Abdullah dan Ummayah. Setiap hari, sejak sebelum Subuh, Ummayah memasak berbagai jenis makanan. Abdullah kemudian menjajakannya berkeliling kota. Begitu terus setiap harinya. Mereka tak pernah mengeluh, walaupun kadang dagangan mereka tidak laku. Ummayah tetap tersenyum ketika menyambut sang suami pulang dengan keranjang makanan masih penuh.
"Tak apa. Alhamdulillah, kita tak perlu bingung me¬mikirkan makan malam dan masih bisa berbagi dengan saudara yang membutuhkan," begitu kata Ummayah.
Begitulah, selama bertahun-tahun. Keluarga mereka hidup dalam kesederhanaan. Hingga suami istri ini dikaruniai dua orang anak. Pekeijaan itu terus mereka tekuni. Tetap berjualan, walau kadang untung dan kadang rugi.
"Hai Abdullah, sudah tahu rugi, kenapa kau masih saja beijualan makanan?" Suatu hari, Husin, tetangga mereka, bertanya kepada Abdullah.
"Pekeijaan ini sudah kami jalani selama bertahun- tahun, wahai Husin. Istriku sangat suka memasak, ma¬sakannya enak sekali. Keahlianku hanyalah beijualan, jadi inilah pekeijaan yang tepat untuk kami," jawab Abdullah.
"Tapi pekeijaan itu tak kunjung membuat kalian menjadi kaya, yang ada hanya sengsara karena banyak merugi."
"Tak selalu merugi. Hasil dari pekeijaan ini sudah cukup membiayai hidup kami selama ini," seperti biasa, Abdullah tak terpengaruh dengan kata-kata Husin.
Husin memang sudah menjadi saudagar rempah- rempah yang sukses. Dia sudah sering mengajak Abdullah untuk ikut dalam usahanya. Supaya cepat kaya, katanya. Namun, Abdullah selalu menolak. Dia memilih untuk tetap beijualan makanan buatan Ummayah dan meyakini suatu saat nanti, usahanya pun akan meraih kesuksesan seperti suksesnya usaha Husin.
Kini, anak-anak Abdullah dan Ummayah sudah cukup dewasa. Mereka mewarisi usaha besar yang diturun¬kan kedua orangtuanya. Usaha beijualan makanan yang mereka tekuni selama berpuluh tahun dengan penuh kesabaran. Karena kegigihan mereka, makanan buatan Ummayah semakin dikenal oleh warga kota. Cerita mengenai kelezatannya menyebar dari mulut ke mulut, bahkan sampai ke kota-kota tetangga. Kesabaran Abdul¬lah dan Ummayah kini berbuah manis. Namun, keluarga itu tetap hidup dalam kesederhanaan. Kelebihan harta, tak membuat tinggi hati, malah mereka menjadi lebih banyak berbagi.
"Usaha yang disertai kesabaran, ketekunan, serta berserah diri kepada. Allah SWT. tentu akan memberi hasil yang baik dan berkah. "

comments powered by Disqus

Sembilan Langkah Supaya Anak Mau makan

Bukan itu saja. Ketika disuapi, anak bertingkah macam- macam. Ia lari ke sana ke mari, dan menangis jika dipaksa duduk. Jika pun mau makan, makanan tersebut tak dikunyah segera, tetapi diemut dulu.

connect with abatasa