Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Motivation»Membiasakan Sifat Peuli

Membiasakan Sifat Peuli

saya selalu mengajarkan sang kakak untuk memilihkan apa yang terbaik buat adiknya, saya berharap kelak kakak dan adik ini terbiasa untuk care dan memperhatikan apa yang terbaik bagi saudaranya"

Sabtu, 14 Juli 2012

saya selalu mengajarkan sang kakak untuk memilihkan apa yang terbaik buat adiknya, saya berharap kelak kakak dan adik ini terbiasa untuk care dan memperhatikan apa yang terbaik bagi saudaranya" kata sang ibu sambil memandangi foto kedua anaknya yang saat ini sedang merantau di negeri orang.
"Melatih dari pilihan yang sederhana itu intinya, dulu ketika si kakak berumur 6 tahun, saya selalu bertanya "nak... coba ban¬tu mama, mana kira-kira baju yang cocok buat adikmu...?" si kakak berlari riang memilihkan baju untuk adiknya. Satu per satu dibawanya baju anak dengan beraneka ragam warna kese-nangannya, mulai dari pink, orange, biru, hijau dan lain-lain. Kemudian dia diajarkan mengenal keinginan sang adik dengan me-nunjukkan satu per satu warna pilihannya sambil melihat ekspresi wajah sang adik.
Sang kakak memberikan baju warna merah muda, si adik pun menggelengkan kepalanya. Warna orange dan hijau
pun ditunjukkan olehnya "ini ya dik...?" si adik terus menggelengkan kepala sambil cemberut. Hingga sang kakak menunjukkan baju warna biru dengan penuh harap, "nah pasti ini." Si adik pun tertawa kecil, mengambil baju dan berlari ke depan cermin. Saya tetap mendampingi mereka hingga bertanya kepada mereka berdua "adik suka baju pilihan kakak yang warna biru...?" tanyaku dengan lembut. "Suka ma," jawab si adik lugu. Dengan bertanya demikian sang ibu berharap si adik tahu bahwa baju yang disukainya adalah pilihan sang kakak, sang kakak pun senang karena adiknya menyukai apa yang dipilihkannya.
Si adik pun diajarkan berterima kasih dengan kalimat persuasif, "ayoo... kalau suka, bilang apa sama mbaknya?" setelah mengucapkan terima kasih, si adik menggandeng tangan sang kakak dan berlari menuju tempat celana.
"Alhamdulillah mungkin cara saya sederhana mas, tapi saya bersyukur sampai mereka dewasa, mereka masih membiasakan saling berbagi, dan saling peduli mana yang terbaik buat saudaranya," kata sang ibu kepadaku.
Sang ibu berpesan bahwa saat ini pengaruh lingkungan sa¬ngat besar, anak yang biasa kita ajarkan hal-hal baik bisa jadi
sepulang sekolah sudah lupa dengan apa yang kita ajarkan. Jika seusia mereka belum bisa mengingat apa yang kita sam¬paikan maka akan lebih baik bila kita membantu mereka un¬tuk mengingat dengan mengarahkan mereka untuk melaku¬kan sebagaimana yang dipesankan.
Memilihkan baju diwaktu kecil sangatlah biasa, tapi yang luar biasa adalah terbiasa untuk terbuka, berbagi dan peduli terhadap satu sama lainnya. Peka terhadap sesama dan ringan tangan untuk membantu bila salah satunya mendapatkan ke¬susahan.
Jika sejauh apa yang kita berikan kepada ibu tidak akan bisa membalas jasa kebaikan dan pengorbanannya, maka bantulah ketenangan hari tuanya dengan mengusahakan apa yang dici- ta-citakannya... salah satunya adalah menghidupkan nuansa berbagi dan peduli dalam nuansa kebersamaan. 

comments powered by Disqus

Keajaiban-Keajaiban Dunia Ketika Rasulullah S.A.W Dilahirkan

Kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. pada 12 Rabiulawal, Tahun Gajah di Mekah al-Mukarramah sebagai pembuka rahmat di pelosok alam semesta. Kelahiran baginda menjadi seribu satu tanda bahwa baginda akan menjadi utusan terakhir dala

connect with abatasa