Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Motivation»Integritas dan Tanggung Jawab

Integritas dan Tanggung Jawab

Kejadian yang susul-menyusul itu di antaranya menimbulkan pertanyaan sejumlah pihak mengenai integritas dan tanggung jawab pihak yang menanganinya. Apakah mereka menanganinya secara sungguh-sungguh atau ada kepentingan tertentu.

Senin, 13 Juni 2011

Pagi ini pada talkshow rutin di jaringan Radio Sonora saya membawakan tema "Integritas dan Tanggung Jawab". Tema ini menjadi sangat menarik jika dikaitkan dengan banyaknya kasus yang menjadi perhatian kita belakangan ini. Kita bahkan hampir tak sempat mengikuti satu kasus secara utuh karena ketika kasus lama belum selesai ditangani kasus baru sudah datang.

Kejadian yang susul-menyusul itu di antaranya menimbulkan pertanyaan sejumlah pihak mengenai integritas dan tanggung jawab pihak yang menanganinya. Apakah mereka menanganinya secara sungguh-sungguh atau ada kepentingan tertentu. Tetapi kasusnya sendiri sebenarnya merupakan contoh merosotnya etos kerja kita yang harus mendapat perhatian dengan sungguh-sungguh. Bisa dibayangkan, bagaimana masa depan negeri ini jika kebanyakan dari kita memiliki etos kerja yang rendah.

Sahabat yang Luar Biasa!


Seperti biasa saya membawakan talkshow tadi dengan sebuah cerita klasik. Kali ini saya ambil cerita "Rumah Pesanan Terakhir" dari CD Audio-book Wisdom & Success #6 (cerita nomor 5). Seorang mandor yang akan purnabakti mendapat tugas terakhirnya dari perusahaan kontraktor tempatnya bekerja yaitu menyelesaikan pembangunan sebuah rumah. Itulah rumah pesanan terakhir bagi sang mandor menjelang pensiunnya.

Namun karena ia merasa akan mengakhiri tugasnya sang mandor mengerjakannya tak sepenuh hati. Ia bekerja seadanya. Ia tak memilih bahan bangunan terbaik dan pengerjaannya juga seadanya.

Rupanya, si pemilik perusahaan punya maksud lain. Ternyata rumah yang dikerjakan itu setelah selesai justru dihadiahkan pada si mandor sebagai hadiah terakhir dari perusahaan.Sang mandor pun menjadi malu dan kecewa. Seandainya ia tahu itu akan diberikan padanya, ia pasti mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dan memilih bahan-bahan terbaik.

Cerita itu menggambarkan bahwa bekerja sebenarnya bukan untuk kepentingan perusahaan atau institusi tempat di mana kita bekerja. Bekerja adalah suatu kenikmatan. Selama kita menikmati apa yang kita kerjakan dan melakukan segala sesuatu dengan tanggung jawab dan sepenuh hati, maka apapun hasil yangkita dapat, akan mendatangkan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Begitu juga sebaliknya, jika kita bekerja tidak dengan sepenuh hati, maka, penderitaanlah yang justru akan kita peroleh. Seperti tercermin pada cerita tadi, penyesalan akan datang setelah semua terjadi.

Karena itu, mari jadikan setiap pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita sebagai tantangan yang harus kita ditaklukkan dengan keteguhan dan kesungguhan hati, bukan sebagai beban. Sehingga, meski itu adalah pekerjaan terakhir, kita akan tetap bersemangat dan berjuang sekuat tenaga guna meraih hasil yang terbaik. Itulah makna integritas dan tanggung jawab.

Salam Sukses Luar Biasa!

comments powered by Disqus

Sembilan Langkah Supaya Anak Mau makan

Bukan itu saja. Ketika disuapi, anak bertingkah macam- macam. Ia lari ke sana ke mari, dan menangis jika dipaksa duduk. Jika pun mau makan, makanan tersebut tak dikunyah segera, tetapi diemut dulu.

connect with abatasa