Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Motivation»Kekuatan Pikiran Manusia

Kekuatan Pikiran Manusia

Negeri kita saat ini sedang diberi ujian yang cukup berat. Bencana beruntun terjadi di berbagai tempat. Yang paling baru, setelah longsor di Wasior, Papua Barat, terjadi terjangan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat yang menelan korban jiwa sampai lebih dari 400 orang.

Kamis, 11 November 2010

Negeri kita saat ini sedang diberi ujian yang cukup berat. Bencana beruntun terjadi di berbagai tempat. Yang paling baru, setelah longsor di Wasior, Papua Barat, terjadi terjangan tsunami di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat yang menelan korban jiwa sampai lebih dari 400 orang. Hampir bersamaan, dan hingga kini masih berlangsung adalah bencana gunung Merapi di Jawa Tengah yang selain memakan korban jiwa lebih dari 100 orang, juga menyebabkan luluh-lantaknya kota-kota kecil di sekitar gunung termasuk mengganggu aktivitas di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Ratusan ribu orang terpaksa diungsikan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa lebih banyak.

Seperti diberitakan sejumlah media, di pengungsian para pengungsi tak segera tenang. Kehilangan sanak-saudara, harta benda, dan keyakinan akan masa depan yang belum jelas membuat di antara mereka ada yang frustrasi. Bahkan ada yang bunuh diri karena sapi-sapi sebagai sumber mata pencahariannya semua mati.

Kita yang tidak mengalami peristiwa itu akan dengan mudah memberi nasihat meminta para korban agar bersabar dan tawakal. Sementara mereka yang mengalaminya sendiri tak semudah itu menenangkan pikiran. Perlu dorongan motivasi intens dari sejumlah kalangan agar mereka bisa yakin bahwa masa depan mereka masih ada.

Sahabat yang Luar Biasa!

Pagi tadi dalam talkshow rutin saya di jaringan Radio Sonora, saya membawakan tema "Kekuatan Pikiran". Tak semata-mata untuk berbagi semangat dengan mereka yang terkena bencana, tetapi juga karena pikiran memiliki kekuatan luar biasa bagi siapapun, tak terbatas oleh keadaan. Jika merasa yakin masa depan akan lebih baik, kita akan melihat sejumlah peluang untuk memperbaiki keadaan terbentang di depan kita. Sebaliknya, jika pikiran kita merasakan masa depan kita tertutup, sebesar apapun peluang yang ada tepat di depan mata, kita akan melihatnya sebagai tembok penghalang yang tak bisa dirobohkan.

Pikiran mempunyai hukum yang universal. Pikiran berlaku untuk siapa saja baik anak-anak atau orang dewasa. You are what you think! Apa yang Anda pikirkan, itulah yang akan terjadi. You are what you believe! Anda adalah apa yang Anda percaya! Kalau yang kita tanamkan ke dalam pikiran kita setiap hari adalah hal-hal yang negatif maka dampaknya akan destruktif atau merusak. Sebaliknya kalau baik dan positif sifatnya, tentu dampak dalam kehidupan kita akan menjadi positif dan konstruktif.

Karena itu mari bangkit, tanamkan dalam pikiran kita hal-hal positif. Kita masih punya masa depan dan bahkan bisa lebih baik dari saat ini. Satu hal yang harus kita lakukan adalah bangkit! Mari mulai dari kebangkitan pikiran kita.

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa