Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Motivation»Hidup adalah Tanggung Jawab

Hidup adalah Tanggung Jawab

Pagi ini dalam talkshow di jaringan radio Sonora, saya membawakan tema Hidup itu Tanggung Jawab. Banyak respon menarik dari pendengar di seluruh Indonesia terutama dalam hal pembahasan tanggung jawab kita terhadap orangtua. Tanggung jawab kita pada orangtua itu mutlak, no excuse! Tak ada yang namanya mantan atau bekas orangtua. Orangtua itu selama-lamanya akan jadi orangtua kita baik atau buruk pun. Karena itu bakti kita pada mereka tak bisa diabaikan. Bagaimana pun kondisinya, kita tetap punya tanggung jawab kepada mereka.

Jum'at, 29 Januari 2010

Pagi ini dalam talkshow di jaringan radio Sonora, saya membawakan tema Hidup itu Tanggung Jawab. Banyak respon menarik dari pendengar di seluruh Indonesia terutama dalam hal pembahasan tanggung jawab kita terhadap orangtua.

Tanggung jawab kita pada orangtua itu mutlak, no excuse! Tak ada yang namanya mantan atau bekas orangtua. Orangtua itu selama-lamanya akan jadi orangtua kita baik atau buruk pun. Karena itu bakti kita pada mereka tak bisa diabaikan. Bagaimana pun kondisinya, kita tetap punya tanggung jawab kepada mereka.

Dalam ilustrasi cerita saya pagi tadi,saya membawakan cerita BAKTI SANG CUCU. Ada anak yang merasa terbebani dengan kondisi orangtuanya yang terus sakit-sakitan. Karena mau lari dari tanggung jawab, ia memutuskan merencanakan membunuhnya dengan cara membuangnya ke hutan dengan harapan binatang buas akan memangsanya. Untungnya ada sang cucu yang menyelamatkan sang nenek.

Di zaman modern, cerita model seperti itu banyak terjadi. Memang tak sekejam itu. Niatnya adalah menghilangkan tanggung jawab. Beberapa orang lebih suka mengasuhkan orangtuanya ke panti jompo dibanding mengasuhnya di rumah, misalnya.

Sebenarnya menitipkan mereka di panti jompo tak ada salahnya asalkan niatnya benar-benar untuk mengasuh dan memberikan pilihan terbaik bagi orangtua. Misalnya, karena kesibukan kita sehingga tak mungkin mengasuhnya secara intensif di rumah, karena itu menitipkan mereka di panti jompo jadi pilihan terbaik. Namun sebelum itu alangkah baiknya jika kita mengonsultasikan dulu dengan mereka, karena, jangan-jangan mereka (kedua orangtua kita) lebih suka tinggal di rumah kita dibanding di panti jompo kendatipun harus "diganggu" sang cucu. Mungkin itu adalah hiburan baginya.

Netter yang luar biasa!

Cerminan kita dan para pemimpin kita juga bisa dilihat dari baktinya pada orangtua. Bagaimana kita bisa memenuhi kewajiban pada publik jika pada orangtuanya saja kita tega menelantarkannya. Bagaimana bisa menolong orang lain jika kita saja tak peduli pada orangtua.

Karena itu mari kita penuhi tanggung jawab hidup kita mulai dari tanggung jawab di sekitar kita. Cermin paling dekat adalah tanggungjawab pada keluarga sendiri, mulai dari bakti pada orangtua dan keluarga. Setelah itu pada lingkungan, bangsa, negara, hingga tanggung jawab kita pada alam. Itulah, makna hidup itu tanggung jawab.

Salam sukses luar biasa!

comments powered by Disqus

Ciri-ciri Ahli Ma`rifat

Hati ini diciptakan Allah untuk menjadi tempat kebahagiaan hakiki. Karena itu hati harus selalu dekat dengan Allah. Bila hati sudah terisi dunia, Allah tidak mau mengisinya. Begitu pun cinta kepada manusia,

connect with abatasa