Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Motivation»Pensil dan Kehidupan

Pensil dan Kehidupan

Pagi ini, talkshow saya di Radio Sonora tepat telah delapan bulan. Saya bersyukur karena jumlah pendengarnya makin banyak. Sekarang selain yang bisa mengikuti melalui jaringan Radio Sonora, melalui Internet (streaming via AndrieWongso.com dan Kompas.com), dan Indovision Channel 506, teman-teman yang di Hong Kong bisa pula mendengarkannya secara langsung karena di sana ada yang me-relay. Dan jika kebetulan tak bisa mendengarnya secara langsung,

Jum'at, 03 September 2010

Pagi ini, talkshow saya di Radio Sonora tepat telah delapan bulan. Saya bersyukur karena jumlah pendengarnya makin banyak. Sekarang selain yang bisa mengikuti melalui jaringan Radio Sonora, melalui Internet (streaming via AndrieWongso.com dan Kompas.com), dan Indovision Channel 506, teman-teman yang di Hong Kong bisa pula mendengarkannya secara langsung karena di sana ada yang me-relay. Dan jika kebetulan tak bisa mendengarnya secara langsung, teman-teman bisa membaca review-nya di website saya dan sekaligus bisa mengekplorasi motivasi-motivasi dan inspirasi-inspirasi lain di website ini dan mengambil manfaatnya.

Delapan bulan memang belum apa-apa. Tetapi jika diibaratkan menulis buku, delapan bulan itu sudah cukup menjadi sebuah buku. Jika saya menulis menggunakan pensil, mungkin pensil saya sudah tumpul dan kembali harus saya raut agar tajam kembali. Kenapa saya menulis menggunakan pensil, karena pensil memiliki filosofi kehidupan yang pantas kita tiru.

Sahabat yang luar biasa!

Pada Selasa (31/8) ini, dalam live radio talkshow di Sonora, saya mengambil tema PENSIL DAN KEHIDUPAN. Tema yang sangat menarik. Dari pensil kita bisa belajar kehidupan. Pensil memiliki lima kualitas yang jika kita terapkan dalam kehidupan maka akan menjadi "5 kualitas kehidupan".

Kualitas pertama, pensil mengingatkan kita bahwa kita bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kita jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya" .

Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali si pensil. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kita, dalam hidup ini kita harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik.

Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.

Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, hendaknya kita selalu hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam diri kita.

Kualitas kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kita, kita harus sadar bahwa apapun yang kita perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan.

Oke, teman-teman?

Salam sukses luar biasa!!

comments powered by Disqus

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi - radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakekn

connect with abatasa