Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Motivation»Ramalan Nasib

Ramalan Nasib

Hari ini keadaan cuaca kurang bersahabat di Jakarta. Hujan sudah turun sejak tadi pagi. Teman-teman yang terjebak di jalan dan kebetulan tidak membawa jas hujan atau payung mungkin merasa menyesal kenapa semalam tak menonton ramalan cuaca di televisi. Kalau saja menyaksikan program itu,

Selasa, 03 Agustus 2010

Hari ini keadaan cuaca kurang bersahabat di Jakarta. Hujan sudah turun sejak tadi pagi. Teman-teman yang terjebak di jalan dan kebetulan tidak membawa jas hujan atau payung mungkin merasa menyesal kenapa semalam tak menonton ramalan cuaca di televisi. Kalau saja menyaksikan program itu, tentu hari ini tak kehujanan di jalan sehingga bisa sampai ke kantor atau ke tempat tujuan lain tepat waktu.

Televisi sudah sejak lama membantu kita memberikan prakiraan cuaca yang bermanfaat. Namun sekarang tak hanya ramalan cuaca yang tampil di layar kaca. Setiap hari juga muncul iklan-iklan ramalan nasib interatif. Tak lagi sembunyi-sembunyi, dengan hanya mengirimkan data kita lewat nomor telepon premium kita akan mendapatkan ramalan nasib yang mereka berikan.

Apakah kita harus percaya pada ramalan-ramalan seperti itu?

Netter yang berbahagia,

Pagi hari ini pada talkshow saya di jaringan radio Sonora, saya membawakan kisah menarik: PERAMAL NASIB. Bukan hendak mengajak teman-teman untuk mempertaruhkan masa depan kita pada para peramal. Justru saya ingin mengajak teman-teman untuk berpikir positif.

Kerap kali kita sengaja atau tidak sengaja mendapat ramalan nasib dari seorang peramal baik karena teman kita yang meminta meramalkan nasib kita atau pihak lain. Sering kali ramalan itu menakutkan; semisal, kita tidak akan pernah kaya, kita tidak akan pernah sukses, atau kita akan menderita selamanya.

Jika itu menimpa kita, sebaiknya mari berpikir positif. Hidup kita ada di tangan kita sendiri (bukan di ramalan orang lain). Selama kita mau introspeksi diri dengan berbenah diri dan berjuang keras, ramalan jelek pun bisa kita ubah menjadi baik!

Untuk sukses dalam kehidupan ini, kita perlu kemandirian, keyakinan, dan kepercayaan diri. Saat kesuksesan dan keberuntungan berpihak pada kita, kita harus selalu waspada dan tetap berusaha keras. Sebaliknya saat mengalami hambatan dan kesulitan, kita harus memiliki ketegaran untuk mengatasi semua itu.

Kemajuan membutuhkan kesehatan mental. Dengan keyakinan kita pada Tuhan, dengan kesehatan mental, keberanian, melalui perjuangan, dan kepercayaan diri, kita buktikan, nasib baik selalu berpihak kepada kita!

Setuju teman-teman?

Salam sukses luar biasa!

comments powered by Disqus

Kisah Mertua dan Menantu

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua. Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Ura

connect with abatasa