Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Motivation»Terus Melangkah Dalam Berserah

Terus Melangkah Dalam Berserah

TIDAK ADA yang tidak saling memengaruhi dalam kehidupan ini. Karena itu, terimalah dunia ini sebagaimana adanya. Tetapi pilihlah bagian terbaiknya meski engkau juga harus mengakui bagian terburuknya.

Senin, 02 September 2013

Jangan bersahabat dengan orang yang kondisinya tidak membangkitkan semangatmu dan perkataannya tidak mengantarmu pada Allah.

TIDAK ADA yang tidak saling memengaruhi dalam kehidupan ini. Karena itu, terimalah dunia ini sebagaimana adanya. Tetapi pilihlah bagian terbaiknya meski engkau juga harus mengakui bagian terburuknya. Engkau harus mengukur keadaanmu agar bisa bijak menempatkan diri dalam pergaulan.

Bila dirimu masih termasuk pribadi yang labil dan mudah terpengaruh, sebaiknya pilihlah teman yang bisa mengantarkanmu pada kesadaran untuk hidup dalam keseimbangan dan prisnsip yang teguh. Engkau tidak seharusnya memaksakan dirimu bergaul dengan mereka yang pembicaraannya tidak engkau mengerti. Bukankah bimbingan sering kali malah menambah kebimbangan? Alih-alih engkau tambah berperilaku baik, engkau malah makin terpuruk.

Bisa jadi perilaku temanmu baik, tapi pembicaraannya tidak sesuai dengan keadaanmu. Sepenuhnya bukan sebab temanmu, tapi sebab dirimu yang tidak pandai memilih pergaulan.

Bisa jadi engkau berbuat buruk. Namun, persahabatanmu dengan orang yang kondisinya lebih buruk menjadikanmu tampak baik.

JANGAN MERASA puas dengan keadaanmu. Sebab, puas terhadap diri sendiri sering kali membuat kita lupa diri. Perhatianmu pada pujian atas kelebihanmu bisa membuatmu "teperdaya". Apalagi bila yang memujimu adalah orang yang sebenarnya tidak menjalani apa yang engkau jalani. Jangan mengukur perbuatanmu dengan perbuatan orang-orang yang lebih buruk darimu. Sebab, engkau akan semakin merasa terbiasa dan menganggapnya lumrah. Bukankah "tukang kutil" akan merasa tidak bersalah bila berada di antara para koruptor? Bercerminlah ....

Tidak disebut sedikit amai yang bersumber dari kalbu yang zuhud, sebaliknya tidak dapat disebut banyak amal yang bersumber dari kalbu yang tamak.

BELAJARLAH IKHLAS dalam beramal. Sebab, keikhlasan bagaikan mataair jernih yang menyuburkan. Hati yang ikhlas bagaikan tanah subur. Sekecil apa pun benih mudah tumbuh dan berkembang. Lebih dari itu, buahnya pastilah sempurna. Engkau akan merasakannya sepanjang usia. Jauhi sikap tamak, karena sikap tamak bagaikan "air limbah" yang mematikan. Masihkah engkau memilih sungai yang dialiri limbah dibandingkan sumur yang dipenuhi air jernih? Yang memandangi-Nya memperoleh keindahan memandang ciptaan-Nya. Niatkan perbuatanmu semata karena- Nya, berlimpahlah!

Amal yang baik hasil dari kondisi spiritual yang baik. Sementara kondisi spiritual yang baik bersumber dari kemampuannya menerima berbagai kedudukan yang Dia berikan.


SELARAS. KEADAAN lahir kita sangat berkaitan dengan keadaan batin kita. Yang terungkap dalam perilaku kita adalah gambaran yang tersembunyi dalam hati kita. Hanya orang-orang yang mau mengaktifkan "rasa" yang bisa menikmati limpahan keselarasan hidup. Cobalah maknai setiap perjalanan hidupmu, engkau akan temukan begitu banyak yang selama ini "tertimbun" dalam kesadaranmu. Mulailah dengan tobat, upaya memperbarui pola hidup, lalu temukan ikhlas dalam dirimu, hidupkan sabar dan istiqamah. Engkau pasti akan merasakan betapa hidup begitu bermakna. Aktivitasmu menjadi sarana pembelajaran untuk memperbaiki perilakumu.

Jangan tinggalkan zikir lantaran tidak bisa berkonsentrasi kepada Allah ketika berzikir. Karena, kelalaianmu (terhadap Allah) ketika tidak berzikir lebih buruk ketimbang kelalaianmu ketika berzikir. Mudah-mudahan Allah berkenan mengangkatmu dari zikir penuh kelalaian menuju zikir penuh kesadaran, dan dari zikir penuh kesadaran menuju zikir yang disemangati kehadiran-Nya, dan dari zikir yang disemangati kehadiran-Nya menuju zikir yang meniadakan segala selain-Nya. "Dan yang demikian itu bagi 7-Ulah tidaklah sukar
" (Q. 14:20).

KITA BIASANYA
berhenti berzikir ketika merasa hati kita tidak bisa tenteram. Atau, hati tidak bisa sepenuhnya menghadap Allah adalah perilaku orang yang tidak sungguh-sungguh ingin hidup damai bersama- Nya. Sebab, zikir adalah relasi kesadaran antara kita dengan-Nya. Bagaimana bisa engkau memperoleh cahaya, sementara engkau tidak tersambung dengan-Nya, Sang Cahaya?

Biarkanlah lisanmu berulang-ulang menyebut kata ataupun kalimat yang menghubungkanmu dengan- Nya. Mungkin, pada kali pertama engkau merasa jenuh dan tidak bisa tersambung. Tetapi, bila engkau membiarkan dirimu terus-menerus disiram "air kesadaran" sebab zikirmu, sangatlah mungkin engkau akan menikmati kehadiran-Nya dalam setiap aktivitas hidupmu. Bahkan, tidak ada yang engkau temukan dalam kehidupanmu kecuali diri-Nya. Membuatmu merasakan semuanya sangatlah mudah bagi-Nya. Ber- zikirlah tanpa berpikir, semua keindahan akan terukir.

Suber : Al-Hikam ( Untaian Hikmah Ibnu ’Athaillah
Penerbit : Zaman

comments powered by Disqus

Sembilan Langkah Supaya Anak Mau makan

Bukan itu saja. Ketika disuapi, anak bertingkah macam- macam. Ia lari ke sana ke mari, dan menangis jika dipaksa duduk. Jika pun mau makan, makanan tersebut tak dikunyah segera, tetapi diemut dulu.

connect with abatasa