Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Motivation»Jabatan Tertinggi di Dunia

Jabatan Tertinggi di Dunia

Suatu hari, Nasrudin berkunjung ke sebuah kantor kementerian. Tanpa mempedulikan sekeliling, Nasrudin duduk di sebuah meja yang seharusnya diduduki oleh menteri.

Selasa, 28 Agustus 2012

Suatu hari, Nasrudin berkunjung ke sebuah kantor kementerian. Tanpa mempedulikan sekeliling, Nasrudin duduk di sebuah meja yang seharusnya diduduki oleh menteri. Seorang penjaga yang melihat tindakan Nasrudin berusaha menegurnya dengan lembut, "Tuan, tempat duduk itu ditujukan untuk menteri, bukan untuk sembarang orang."
"Oh, saya lebih dari sekadar menteri," kata Nasrudin.
"Apakah Anda duta besar kerajaan tetangga?" tanya sang penjaga.
"Oh, bukan. Jabatan saya lebih tinggi," jawab Nasrudin enteng.
"Ah, jangan-jangan Anda adalah saudara Raja," tanya sang penjaga.
"Sama sekali bukan. Saya jauh lebih tinggi daripada dia," jawab Nasrudin sekali lagi.
"Jangan-jangan, Anda adalah Raja kerajaan seberang?" tanya sang penjaga semakin kikuk karena takut salah.
"Lebih tinggi lagi!"
"Tuan, tidak ada yang lebih tinggi daripada Raja kita dan Raja kerajaan seberang!" protes sang penjaga.
"Ya, ya, ya... ada yang lebih tinggi daripada mereka. Aku, bukan siapa-siapa," kata Nasrudin untuk yang terakhir kali.
Kode Rahasia dalam Kisah "Jabatan Tertinggi di Dunia"
Ketika seseorang sudah menjadi bukan siapa-siapa, ia sebenarnya adalah "siapa-siapa" karena ia tidak hidup dengan embel-embel pekerjaan, kedudukan, kekayaan, dan sebagainya. Ketika telah
menjadi bukan siapa-siapa itulah seseorang dapat menjangkau pengetahuan tertinggi, pengetahuan tentang Cinta Allah.
Terdapat aforisme Abu Said al-Kharraz yang sangat terkenal, "Aku adalah bukan siapa-siapa, putra bukan siapa-siapa. Tiada siapapun di balik jubahku selain Allah."

comments powered by Disqus

Kumpulan Hadits tentang Keluarga

Lelaki tua itu menjawab: "Tanyakan saja kepadanya, ya Rasulullah, bukankah saya menafkahkan uang itu untuk beberapa orang ammati (saudara ayahnya)

connect with abatasa