Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Jangan Ragu-Ragu

Jangan Ragu-Ragu

Kalau kita hidup dalam kondisi ragu-ragu, maka pemikiran kita menjadi tidak optimal. Ketika tidak optimal, hasilnya juga kurang optimal.

Jum'at, 28 Juli 2006

Kalau kita hidup dalam kondisi ragu-ragu, maka pemikiran kita menjadi tidak optimal. Ketika tidak optimal, hasilnya juga kurang optimal. Hal ini, berlaku untuk semua sektor kegiatan dalam kehidupan.
 
Ketika seseorang ragu-ragu dalam menjalankan usaha, maka energinya akan terkuras untuk menentukan pilihan apakah maju atau mundur dalam usaha itu. Akhirnya, pasar bisnis tempat ragu-ragu ini, akan terisi oleh orang lain. Biasanya, kita akan menjadi sadar bahwa bisnis ini berpeluang, ketika peluang pasar sudah jenuh.
 
Begitu juga ketika seseorang ragu-ragu menentukan pilihan pasangan berumah tangga, maka energinya akan habis dalam keragu-raguan itu. Ketika itu, kita tidak akan melangkah. Kita baru sadar bahwa orang yang kita pilih itu sebenarnya mau, namun keburu sudah dinikahi orang lain dan akhirnya sudah punya anak tiga.
 
Ada sebuah kenangan tentang keragu-raguan dalam membuat keputusan dan ini menimpa diri sendiri. 
 
Pada tanggal 23 Juli 2006, saya mendapat kesempatan memenuhi undangan teman-teman untuk bersepeda di Cilegon, sambil refresing setelah beberapa hari tenaga terkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan beberapa aktivitas sangat mendesak.
 
Undangan ke Cilegon, sebenarnya sudah direncanakan beberapa kali dan tertunda sampai dua tahun, bukan hanya untuk urusan bersepeda dan membuka jejaring bisnis. Namun, baru terlaksana tanggal 23 Juli 2006 tersebut, walaupun hampir saja batal karena beberapa faktor tertentu.
 
Perjalanan dari Bandung ke Cilegon memerlukan waktu 3 jam, sebab masuk tol Pasteur dan langsung keluar tol Cilegon, sampai Cilegon jam 24.00 dan langsung dilanjutkan istirahat. 
 
Pukul 06.30 WIB, beberapa teman-teman Cilegon mulai berkumpul, kemudian mengadakan perjalanan ke berbagai tempat perkampungan yang sangat menyenangkan. Kadang-kadang juga khawatir, kalau roda sepeda bocor, sebab melalui kebon salak. Setelah itu, kami menuju salah satu bukit yang ada di Cilegon, namanya gunung Pinang. 
 
Beberapa perjalanan terjal dan turunan, sudah kami lalui dengan selamat, bahkan sudah sampai puncak tower telkom, kemudian istirahat sejenak. Namun, ketika hampir sampai finish, ada pohon tertidur yang sengaja dipasang untuk rintangan. Sebenarnya sich, halangan itu, tidak terlalu merepotkan kami dibanding dengan beberapa halangan sebelumnya atau beberapa halangan ditempat lain yang selama ini sering kami lalui.

Entah kenapa, ketika melihat pohon tertidur dengan sedikit gundukan tanah, pikiran kami ragu-ragu, apakah turun atau harus melompati pohon itu dengan cara sedikit mempercepat laju sepeda, kemudian mengangkat roda depan. Ketika kami ragu-ragu, yang sebenarnya bukan merupakan ritangan berat, akhirnya konsentrasi terbelah antara turun atau melewatinya dengan cara melompat. 
 
Ketika konsentrasi terbelah itulah, keputusan menjadi tidak akurat. Mau turun tidak jadi dan mau melompat juga tidak jadi. Sedangkan roda sepeda terus berputar. Dampaknya adalah terjatuh, walaupun tidak terlalu parah, hanya sedikit luka-luka di muka dan sedikit jahitan.
 
Sahabat CyberMQ,
 
Tiga kisah nyata diatas, bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua bahwa hidup hanya dua pilihan. Pertama, hadapi semua dan jalan terus dengan segala resikonya. Kedua, kalau ragu-ragu tinggalkan, agar tidak melangkah dalam kondisi keraguan, sebab dampaknya, akan banyak masalah.
 
Dua keputusan, yaitu jalan terus dengan yakin dan segera tinggal kalau ragu, semuanya ada resikonya. Hanya saja, resiko keyakinan, biasanya sudah dipersiapkan. Sedangkan resiko keragu-raguan tanpa persiapan. Padahal, segala aktivitas apapun, kalau tidak disiapkan dampaknya akan lebih fatal.
 
Berani hadapi tantangan untuk maju terus kalau yakin atau segera tinggalkan kalau ragu-ragu, agar segera melangkah ke sektor lain dengan yakin !!! Bagaimana pendapat sahabat ???
 
Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional, MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail : amri@mq.co.id
 
 

comments powered by Disqus

Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi - radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakekn

connect with abatasa