Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Self Talk

Self Talk

Kita berhak memilih pengkondisian kejadian “Negatif emosional selft talk” atau “Positif emosional self talk”, pilihan itulah yang akan menentukan arah kehidupan diri kita.

Kamis, 29 Juni 2006

Self talk adalah kata-kata kita sendiri ketika menghadapi sebuah kejadian dalam kehidupan. Ada yang bersifat “Negatif emosional self talk”, yaitu pembicaraan kita sendiri secara negatif ketika menghadapi sebuah kejadian dalam kehidupan. Sedangkan “Positif emosional self talk”, yaitu pembicaraan kita sendiri secara positif ketika menghadapi sebuah kejadian dalam menghadapi kehidupan.
 
Ada seseorang mau kuliah, kemudian tidak sesuai dengan jurusan dan perguruan tinggi pilihan pertama. Kejadian ini, akan memuncul “Negatif emosional self talk”, yaitu mengatakan untuk dirinya sendiri dengan perkataan yang negatif: ”Malas kuliah yang tidak sesuai dengan jurusan dan perguruan tinggi pilihan pertama”. Kalau kita selalu memunculkan “Negatif emosional self talk” seperti itu atau yang sejenisnya, maka kemungkinan lulus akan lama atau kemungkinan menjadi tidak lulus jauh lebih besar.
 
Namun, ketika seseorang mau kuliah, kemudian tidak sesuai dengan jurusan dan perguruan tinggi pilihan pertama, kemudian mampu memunculkan “Positif emosional selft talk”, yaitu mengatakan untuk dirinya sendiri dengan perkataan yang positif: ”Memang, saya kuliah tidak sesuai dengan jurusan dan perguruan tinggi pilihan pertama, gara-gara tidak sesuai ini, maka akan segera kululuskan, agar segera bisa mengambil S-2 yang sesuai dengan jurusan dan perguruan tinggi pilihan pertama”. Apabila kita selalu memunculkan “Positif emosional selft talk” seperti itu atau yang sejenisnya, maka kemungkinan lulusnya jauh lebih cepat dan segera mampu mengambil S-2 sesuai dengan jurusan dan perguruan tinggi pilihan pertama.
 
Begitu juga ada seseorang wanita atau pria yang mau menikah, kemudian sudah sepuluh kali dikhianati oleh laki-laki atau sebaliknya laki-laki yang sudah sepuluh kali dikhianati oleh wanita. Kejadian ini akan memunculkan “Negatif emosional self talk”, yaitu mengatakan untuk dirinya sendiri dengan perkataan negatif: “ Dasar laki-laki, semuanya hidung belang dan tidak bisa dipercaya”. Atau “Dasar wanita materi mau dinikahi karena uang”. Kalau kita selalu memunculkan “Negatif emosional self talk” seperti itu atau yang sejenisnya, maka kemungkinan untuk bisa berkeluarga akan lama atau malah menjadi tidak bisa menangkap sinyal jodoh. 
 
Padahal kalau selalu dimunculkan:”Positif emosional self talk”, yaitu mengatakan untuk dirinya sendiri dengan perkataan positif:”Memang aku sudah dikhianati laki-laki sepuluh kali, tapi sepuluh kali masih sangat kecil dibanding jumlah laki-laki diseluruh dunia yang lebih dari dua milyar” Atau:” Memang aku sudah dikhianati oleh sepuluh wanita materi, tapi sepuluh kali masih sangat kecil, dibanding jumlah wanita diseluruh dunia yang lebih dari dua milyar. Jadi, sepuluh laki-laki atau sepuluh wanita yang mengkhianati dibagi dua milyar laki-laki atau wanita diseluruh dunia, kemudian dikalikan seratus, maka sangat sedikit sekali prosentase laki-laki dan wanita yang mengkhianati kita.

Ketika kita selalu mengkondisikan “Positif emosional self talk”, maka kemungkinan akan mampu membaca sinyal jodoh akan jauh lebih jeli. Ketika itu, peluang berkeluarga akan jauh lebih besar.
 
Sahabat CyberMQ
 
Kita berhak memilih pengkondisian kejadian “Negatif emosional selft talk” atau “Positif emosional self talk”, pilihan itulah yang akan menentukan arah kehidupan diri kita.
 
Selamat memupuk “Positif emosional self talk”, semoga Allah swt menyuburkan peluang kebahagiaan kehidupan kita. Atau tetap memilih “Negatif emosional self talk”, sehingga kita akan sulit bahagia, walaupun kondisinya menyenangkan. Berani menghadapi tantangan !!! Bagaimana pendapat sahabat ???
 
Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional, MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail : amri@mq.co.id
 
 
 

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa