Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Spiritual Financial Behavior

Spiritual Financial Behavior

Bagi kita yang keuangannya sangat baik dan prilaku kita dalam mengahadapi keuangan secara spiritual juga baik, maka uang itu akan tercerahkan secara optimal.

Kamis, 13 April 2006

Kalau kita dalam pengelolaan keuangan dengan pendekatan spiritual, biasanya kita menjadi orang-orang yang merasa resah kalau keuangan yang kita miliki tidak bermanfaat optimal bagi banyak orang. Maka, ahli keuangan secara spiritual, selalu berusaha keuangannya ada dampak optimal bagi banyak orang. Kita akan rajin bersedekah dalam bentuk yang beraneka ragam, bisa dalam bentuk bersedekah langsung bagi yang membutuhkan atau bersedekah secara tidak langsung dengan cara menanamkan modal dengan niat agar orang-orang menjadi mandiri secara keuangan.
 
Bagi kita yang keuangannya sangat baik dan prilaku kita dalam mengahadapi keuangan secara spiritual juga baik, maka uang itu akan tercerahkan secara optimal. Keuangan dari hasil kita sebagai karyawan, konsultan, bisnis dan investor akan tersalurkan pada jalur-jalur secara benar, optimal, ada nilai tambah dan menambah pencerahan bagi diri dan lingkungan.
 
Bagi kita yang keuangannya sangat baik, namun prilaku kita dalam menghadapi keuangan secara spiritual sangat kurang, maka prilaku kita sebagai karyawan, konsultan, pebisnis dan investor dalam menghadapi keuangan akan pelit optimal. Biasanya berkecenderungan untuk semakin kaya semakin pelit, karena pola spiritualnya bicara bahwa dengan pelit akan menjadi kaya dan apabila uang dikeluarkan untuk kepentingan banyak orang takut berkurang. Makanya, kenaikan penghasilan, tanpa diimbangi dengan pembinaan kecerdasan spiritual, prilakunya semakin kaya semakin pelit, bahkan pelitnya bukan hanya pada lingkungan, namun juga pada keluarga juga dirinya. Mereka hanya menikmati angka-angka keuangan, tanpa menikmati manfaat dari angka-angka keuangan itu. 
 
Bagi kita yang keuangannya sangat kurang, namun prilaku kita dalam menghadapi keuangan secara spiritual sangat baik, maka prilaku kita untuk bertahan hidup sebagai karyawan, konsultan, pebisnis dan investor sangat kreatif untuk memancing datangnya rejeki. Kita masih punya keyakinan bahwa bersedekah dalam bentuk apapun, walaupun dengan kekurangan keuangan, akan mampu memancing rejeki kehidupannya. 
 

Sedang bagi kita yang keuangannya sangat kurang dan prilaku kita dalam menghadapi keuangan secara spiritual juga sangat kurang, maka prilaku kita untuk bertahan hidup sebagai karyawan, konsultan, pebisnis dan investor akan gengsi optimal. Yaitu sebuah prilaku yang kelihatannya sangat baik, padahal yang kita anggap sangat baik itu tidak masuk akal. Ketika kami diundang oleh beberapa perusahaan secara nasional maupun internasional, sebuah kejutan yang luar biasa adalah, banyak orang antri pinjam uang ke perusahaan misalnya melalui koperasi bukan untuk memenuhi kebutuhan produktivitas, namun kebutuhan konsumtif. Akibatnya, penghasilan mereka hanya habis untuk mengangsur cicilan-cicilan beban kehidupan yang sebenarnya tidak harus ada.
 
Saya sering kedatangan tamu seorang karyawan, konsultan, pebisnis dan investor dengan penampilan yang luar biasa keren, namun diakhir pembicaraan selalu ditutup dengan mau pinjam uang berjumlah tidak rasional kalau dibanding dengan gaya penampilannya. 
 
Bahkan, untuk menutupi penampilan dan gaya hidupnya, rela makan serba pas-pasan dan bahkan sedikit kurang gizi, yang penting terlihat sangat keren, dan terlilit hutang yang dibuatnya sendiri. 
 
Sahabat CyberMQ,
 

Mari kita petakan prilaku keuangan kita secara “Spiritual Financial Behavior” , agar dalam mensikapi kehidupan pemenuhan kebutuhan, bisa berprilaku secara tersinergi.
 
Berani hadapi tantangan keuangan sangat baik dan prilaku kita sebagai karyawan, konsultan, pebisnis dan investor dalam mengahadapi keuangan secara spiritual juga sangat baik ??? Atau kita akan hidup selalu terjebak kekurangan keuangan dan berprilaku untuk mendapatkan keuangan dengan terbebani stress optimal karena terjebak gengsi, bagaimana pendapat sahabat !!! 
 
Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM.
Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional, MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail : amri@mq.co.id
  
 

 
 

comments powered by Disqus

Rendah Hati, Bukan Rendah Diri

Rendah hati artinya sifat bijak yang melekat pada sesorang, memposisikan dirinya dengan orang lain sama, merasa tidak lebih baik, tidak lebih mahir,tidak lebih pintar, tidak juga lebih mulia.

connect with abatasa