Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Bungker Kebahagiaan

Bungker Kebahagiaan

Oleh karena itu, agar kita bisa menikmati masalah-masalah pada tahun 2006 ini, diperlukan aneka “Bungker Kebahagiaan”.

Kamis, 05 Januari 2006

Tahun 2006, hasil analisa berbagai ahli dari berbagai sudut stratejik, adalah tahun sangat prihatin. Penjualan produk, diduga maksimal sama dengan tahun lalu saja sudah luar biasa. Oleh karena itu kehidupan kita akan dihadapkan pada berbagai permasalahan, salah satu sumber utamanya adalah faktor keuangan.
 
Masalah adalah masalah, maka sikap kita terhadap masalah itulah masalahnya. 
 
Oleh karena itu, agar kita bisa menikmati masalah-masalah pada tahun 2006 ini, diperlukan aneka “Bungker Kebahagiaan”

 
Pertama,
kalau kita sedang marah karena berbagai hal pada tahun 2006 ini, segeralah masuk dalam “Bungker Kebahagiaan” dengan nama gedungnya adalah “Astaghfirullaah”, ya Allah ampuni kami
.
 
Kedua,
kalau kita sedang bahagia karena berbagai hal pada tahun 2006 ini, segeralah masuk dalam “Bungker Kebahagiaan” dengan nama gedungnya adalah “Alhamdulillaah”, segala puji bagi Allah Swt.
 

Ketiga,
kalau kita sedang kagum dengan berbagai hal pada tahun 2006 ini, segeralah masuk dalam “Bungker Kebahagiaan” dengan nama gedungnya adalah “Subhaanallaah”, Maha Suci Engkau ya Allah.
 
Keempat, kalau kita sedang sedih dengan berbagai peluang tahun 2006 hilang, segeralah masuk dalam “Bungker Kebahagiaan” dengan nama gedungnya adalah “ Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”, seseungguhnya kita ini milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.
 
Kelima, kalau kita sedang takut menghadapi kehidupan yang semakin tidak bisa diprediksi dan berakibat kita tidak berani membuat keputusan, agar masalah terlihat kecil segeralah masuk dalam “Bungker Kebahagiaan” dengan nama gedungya adalah “Allaahu Akbar”, Allah Maha Besar.

 
Keenam, kalau kita sedang panik menghadapi kehidupan, segeralah masuk dalam “Bungker Kebahagiaan” dengan nama gedungnya adalah “Laa haula wa laa quwwata illaa billaah”, tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah Swt. 
 

Sahabat MQ,
 
Saya tidak tahu, pada posisi “Bungker Kebahagiaan” mana yang sangat diperlukan. Namun, segera tahu jenis bungker yang akan dimasuki akan sangat membantu produktivitas kehidupan kita.
 
Jangan sampai ketika kita bahagia, kemudian masuk “Bungker Kebahagiaan” yang bernama “Astaghfirullaah”, kalau itu yang terjadi berarti kita masuk “Bungker Kebahagiaan” kurang tepat. Sama dengan sakit mata yang dioperasi mata kaki.
 
Berani hadapi tantangan membangun “Bungker Kebahagiaan” dengan aneka gedung-gedung yang bernama Astaghfirullaah, Alhamdulillaah, Subhaanallaah, Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Allaahu Akbar, dan Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Atau hidup tanpa persiapan bungker kebahagiaan, sehingga hidup dalam keresahan dilanda masalah ??? Bagaimana pendapat sahabat !!!
 
Masrukhul Amri : Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional, MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail : amri@mq.co.id

 

 
 
 

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa