Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Nabung Dulu Baru Sisanya Untuk Makan

Nabung Dulu Baru Sisanya Untuk Makan

Ada sebuah kisah menarik tentang makan dulu baru sisanya untuk nabung yaitu tentang “Lomba Gajah Menangis”.

Kamis, 29 Desember 2005

Salah satu satu kelemahan kita dari tahun ke tahun adalah makan dulu baru sisanya untuk nabung. Padahal yang bagus adalah nabung dulu baru sisanya untuk makan. Jadi kalau kita nabung dulu baru sisanya untuk makan berarti konsep pilihan hidup kita adalah sakit-sakit dahulu senang-senang kemudian. Namun apabila kita makan dulu baru sisanya untuk nabung berarti konsep hidup kita adalah senang-senang dahulu baru kehidupannya penuh kesakitan. Sebab, kebutuhan semakin meningkat, sedangkan dana yang kita miliki tidak bertambah dan bahkan lebih kecil.
 
Ada sebuah kisah menarik tentang makan dulu baru sisanya untuk nabung yaitu tentang “Lomba Gajah Menangis”, Suatu hari di sebuah bangsa tanpa nama, diadakan lomba membuat gajah menangis. 
 
Peserta pertama, diambil dari peserta asal Negara Skotlandia, agar gajah menangis, maka orang tersebut membacakan cerita-cerita sedih selama satu jam. Namun, gajah tersebut malah bengong keheranan dengan cerita yang menyedihkan tersebut.
 
Peserta kedua, masuklah peserta dari Negara India, agar gajah menangis, maka orang India ini meniupkan seruling selama satu jam dengan suara mendayu-dayu menyedihkan dan bahkan para penonton pun semuanya ikut menangis. Namun anehnya, gajah tersebut malah tertidur sambil mendengkur.
 
Peserta ketiga, masuklah peserta dari Indonesia, agar gajah menangis, maka orang Indonesia ini mendekatkan mulutnya ke telinga gajah, dengan waktu satu menit saja, gajah itu sudah menangis sejadi-jadinya. Semua orang sangat keheranan, sambil mengatakan; “Sakti banget orang Indonesia ini”.
 
Ketika diadakan pembagian piala, sebagai seorang sukses dan tercepat yang menyebabkan gajah menangis, orang Indonesia ini diberi kesempatan untuk memberi sambutan, mengenai kiat-kiat jitu agar gajah menangis.
 
Dengan polos orang Indonesia ini menjelaskan bahwa untuk menyebabkan gajah menangis sejadi jadinya:”Cukup dengan satu kalimat saja” yaitu :” Gajah, hutang bangsa Indonesia diatas sepuluh triliun rupiah lho”.
 

 

Kisah sederhana ini, sangat mengesankan saya karena memang luar biasa.

Kebiasaan kita adalah makan dulu baru sisanya di tabung dan sangat sedikit sekali yang menabung dulu baru sisanya untuk makan. Dampaknya, hidup kita dari dulu selalu terlilit hutang dan hutang lagi. Bahkan, banyak diantara kita yang matipun meninggalkan hutang.

Sahabat CyberMQ,

Setiap kita tentunya pernah punya hutang. Namun, kalau keseharian kita banyak terlilit hutang. Pasti ada yang salah dalam kehidupan kita.

Jadikanlah, semua dana yang masuk menjadi dana-dana produktif untuk kesejahteraan diri dan masyarakat. Selamat menikmati kesengsaraan hidup kalau kita selalu makan dulu baru sisanya ditabung !!!! Bagaimana pendapat sahabat !!!

Masrukhul Amri : Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional, MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail : amri@manajemenqolbu.com

 

comments powered by Disqus

Kisah Seekor Ulat Dengan Nabi Daud A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

connect with abatasa