Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Itulah Masalahnya

Itulah Masalahnya

Kalau dalam hidup tidak ada masalah, maka itulah masalahnya. Sebab kita diciptakan di dunia ini sebagai pemimpin.

Rabu, 10 Agustus 2005

Kalau dalam hidup tidak ada masalah, maka itulah masalahnya. Sebab kita diciptakan di dunia ini sebagai pemimpin. Tentunya dalam kepemimpinan itulah, permasalahan-permasalahan diharapkan dapat mendewasakan kehidupan kita.

Banyak orang yang merasa tidak ada masalah dengan keuangannya, maka itulah masalahnya. Sebab hidup ini, kita harus bersungguh-sungguh mendapatkan keuangan yang halal dan syukur kalau banyak dan bermanfaat bagi banyak orang.

Banyak orang yang merasa tidak ada masalah dengan anaknya, maka itulah masalahannya. Sebab kalau tidak ada permasalahan dengan anak, bisa jadi antara anak dan orang tua, sudah sempurna dan biasanya tinggal menunggu boom permasalahan.

Kalau kita kuliah dan merasa tidak ada masalah, dan wajar-wajar saja, maka itulah masalahnya. Jangan-jangan kita hanya kuliah dengan standar biasa-biasa saja seperti mahasiswa umumnya.

Begitu juga dengan berkeluarga, kalau kita merasa tidak ada masalah, maka itulah masalahnya. Sebab bisa jadi keluarga kita hanya jalan mulus-mulus saja tanpa punya program yang berbeda dengan keluarga pada umumnya.

Kalau kita sebagai laki-laki dengan usia tertentu yang sudah mencapai dewasa, merasa tidak ada masalah hidup dengan membujang, maka itulah masalahnya. Sebab bisa jadi kita menjadi orang-orang yang tidak berani memikul tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga.


Kalau kita sebagai anak dan merasa biasa-biasa saja sebagai mahasiswa yang seratus persen kehidupannya masih disuplay oleh orang tua atau kerabat kita, maka itulah masalahnya. Sebab kapan lagi potensi nyali kehidupan bertanggungjawab terhadap diri sendiri akan tumbuh subur.

Kalau kita, menjadi karyawan atau pimpinan perusahaan yang merasa tidak ada masalah, maka itulah masalahnya. Sebab, mungkin kita menjadi karyawan yang terjangkit penyakit kenyamanan karena setiap bulan mendapat gaji atau menjadi pimpinan perusahaan yang merasa nyaman bisa memberi instruksi kepada bawahannya, padahal bisa jadi bawahan menurut bukan karena potensi pimpinan tapi karena takut diberhentikan.


Sahabat CyberMQ,


Hati-hatilah, kalau kita tidak merasa punya masalah, bisa jadi kita terjebak oleh kenyamanan sehingga menjadi tumpul sensitivitas terhadap masalah kita.

Berani mencari permasalahan positif agar mampu mengasah sensitivitas kita terhadap masalah atau kita hanya sembunyi dengan masalah sehingga merasa hidup tidak ada masalah??? Bagaimana pendapat sahabat !!!


Masrukhul Amri :
Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power, TIM Daarut Tauhiid Bandung, sampai sekarang mengasuh acara MQ Enlightenment di 102.7 MQ FM. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional, MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. e-mail : amri@manajemenqolbu.com

comments powered by Disqus

Tenang Dalam Setiap Sikap

Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang

connect with abatasa