Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Empat Kunci

Empat Kunci

Tentunya, banyak kunci untuk menghadapi hidup. Kesempatan ini, akan merangkum garis besar kunci-kunci dalam menghadapi hidup...

Jum'at, 23 Januari 2009

Tentunya, banyak kunci untuk menghadapi hidup. Kesempatan ini, akan merangkum garis besar kunci-kunci dalam menghadapi hidup yaitu (1) Percaya kepada kemampuan diri; (2) Percaya kepada kemampuan teman; (3) Percaya kepada kemampuan pesaing; dan (4) Percaya kepada kemampuan Allah.

 

Pertama, Percaya kepada Kemampuan Diri

 

Orang-orang yang tidak percaya kepada kemapuan diri, biasanya tidak punya motivasi berprestasi. Ciri orang yang punya motivasi berprestasi adalah seperti kereta dorong yang sudah beranjak sebelum didorong. Jadi kalau kita hidupnya masih menunggu didorong atau dimotivasi oleh sistem lingkungan, berarti percaya kepada kemampuan diri masih rendah.

 

Kedua, Percaya kepada Kemampuan Teman

 

Hidup ini tidak hanya perlu kepandaian diri dan percaya kepada kemampuan diri. Sebab kalau hanya percaya kepada kemampuan diri tanpa percaya kepada kemampuan teman, hidup kita akan capek sendiri. Sebab semua pekerjaan, akan dikerjakan sendiri dan tidak percaya perlunya pendelegasian. Penyakit ini, biasanya menimpa pada orang-orang yang sangat pandai dan perfek. Dirinya tidak percaya kepada kememapuan temennya, bekerja sendiri, capek sendiri. Bahkan potensinya akan mati, terkubur oleh prilakunya sendiri.

 

Ketiga, Percaya kepada Kemampuan Pesaing.

 

Ada kisah yang sangat menarik, ketika Cina membuat benteng yang bersejarah itu, salah satu faktornya adalah agar tidak mendapat serangan dari luar dan agar ilmu yang ada didalam tidak diketahui oleh orang-orang luar. Kemudian, terjadi sebuah peperangan yang terkenal dengan nama “Perang candu”, setelah perang candu, baru sadar bahwa dunia luar rupanya jauh lebih maju. Akhirnya sadar, dan sekarang mempercepat kemajuannya, menyebabkan AS dan negara-negara lain mulai grogi menghadapi kemajuan Cina yang sangat pesat. Ini juga menjangkiti, seseorang yang punya keahlian tertentu  dari jurusan ketika kuliah. Kemudian menutup diri dan akhirnya baru sadar bahwa keahliannya ketika kuliah bisa diserobot oleh keahlian orang-orang yang tidak pernah kuliah dijurusan itu. Contoh sederhana, temen-temen yang kuliah jurusan komputer, bisa saja diserobot oleh orang yang kuliah jurusan bahasa jawa, bahasa sunda, seni tari atau apapun yang sangat tidak nyambung, tapi punya kemampuan konpensasi positif mendalami ilmu komputer.

 

Keempat, Percaya kepada Kemampuan Allah

 

Salah satu kunci dari percaya kepada kemampuan Allah adalah peringatan dari Allah:”Mungkin engkau menyukai sesuatu namun tidak baik menurut Allah dan mungkin engkau tidak menyukai sesuatu namun baik menurut Allah.” Jadi intinya bahwa kita harus punya keinginan yang sangat bagus, tapi kita juga harus punya kesadaran bahwa keinginan Allah untuk kita jauh lebih bagus. Hidup sesuai dengan rencana Allah jauh lebih bagus.

 

Sahabat CyberMQ

 

Mari menghadapi krisis ekonomi dan krisis iman ini, kita harus bersungguh-sungguh mengoptimalkan kedahsatan percaya kepada kemampuan diri, teman, pesaing dan terakhir Allah. Tanpa itu, rasanya kita, akan hidup berputar-putar dibelantara tanpa ujung prestasi, sampai mati.

 

Berani menghadapi tantangan hidup dengan meningkatkan keempat potensi diatas !!! Bagaimana pendapat sahabat ???

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. Website http://amri.web.id http:/masamri.multiply.com e-mail : amri{at}mq{dot}

 

comments powered by Disqus

Tenang Dalam Setiap Sikap

Saudaraku yang baik, ketenangan menjadi sesuatu yang dibutuhkan setiap orang. Terutama ketika sedang menghadapi masalah atau saat hendak mengambil keputusan. Orang yang tenang tidak pernah galau, panik tergesa-gesa, tidak emosional, tidak overacting. Orang

connect with abatasa