Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Kolom»Mas Amri»Tiga Wajah

Tiga Wajah

Ketika kami nongkrong berkali-kali, ditempat tertentu dan mengamati beberapa prilaku seseorang, kemudian ditambah dialog dan berkunjung kerumahnya, dapat disimpulkan ada tiga wajah yang dimiliki...

Kamis, 15 Januari 2009

Ketika kami nongkrong berkali-kali, ditempat tertentu dan mengamati beberapa prilaku seseorang, kemudian ditambah dialog dan berkunjung kerumahnya, dapat disimpulkan ada tiga wajah yang dimiliki. Pertama, wajahnya terlihat sama dengan usianya. Kedua, wajahnya terlihat sepuluh tahun lebih tua dari usianya. Ketiga, wajahnya terlihat sepuluh tahun lebih muda dari usianya.

Pertama, wajah terlihat sama dengan usia.

Wajah terlihat sama dengan usianya, ini hampir terlihat setiap hari. Terutama, ketika kita berada di rumah. Bertemu anak, istri, suami dan kerabat yang lain. Mengapa wajahnya sama dengan usianya, sebab kita merasa biasa-biasa saja melihat kondisi keluarga.

Sebuah rutinitas, menyebabkan kita tidak bisa menangkap sinyal-sinyal keistimewaan dalam keluarga kita. Tidak melihat keistimewaan anak-anak kita yang lucu-lucu dan kreatif. Tidak melihat keistimewaan istri kita yang baik dan sayang. Tidak melihat keistimewaan suami kita yang bertanggung jawab menghidupi keluarga. Tidak melihat saudara-saudara kita yang setiap hari meringankan beban keluarga kita. Jadi hidup kita, datar-datar saja. Maka wajah kita juga datar-datar saja, sama dengan usianya.

Kedua, wajah terlihat sepuluh tahun lebih tua dari usia.

Wajah terlihat sepuluh tahun lebih tua dari usianya, ini hampir menimpa 95 % manusia yang menjalani kehidupannya setiap hari. Mengapa kehidupan kita, terlihat sepuluh tahun lebih tua dari usia. Sebab, kita menjalani hidup bukan berdasarkan cinta tapi berdasarkan kebutuhan.

Karena hidup berdasarkan kebutuhan, maka diri kita sangat rela hidup dalam tekanan, walaupun bisa jadi lingkungan kita tidak menekan. Hanya kita saja yang  merasa tertekan. Hidup tertekan terus-menerus dan tetap dijalani, hanya karena sebuah kebutuhan, otak dan wajah kita menjadi keriput.

Ketiga, wajahnya terlihat sepuluh tahun lebih muda dari usianya.

Wajah terlihat sepuluh tahun lebih muda dari usianya, ini hanya bisa dinikmati sekitar 5 % manausia pada umumnya, setiap hari. Mengapa kehidupan kita, bisa terlihat sepuluh tahun lebih muda dari usia. Sebab, bisa menjalani hidup berdasarkan cinta, bukan berdasarkan kebutuhan.

Karena hidup berdasarkan cinta, maka diri kita sangat rela hidup dalam kegembiraan, walaupun kehidupannya, banyak tekanan. Hidup gembira terus menerus, walaupun lingkungan berusaha menekan kehidupan, justru cinta semakin semerbak menyemburkan keharuman dalam kehidupan.

Cinta menyebabkan kita tidak keriput, maka mari kita setiap hari setelah bangun tidur kemudian berdoa: ”Segala puji bagi Engkau ya Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami. Dan kepada-Nya-lah kami akan kembali”. Setelah berdoa, mari kita mulai belajar mencitai. Ya .... mencitai kehidupan ini, agar kehidupan mencintai kita.

Berani menghadapi tantangan agar hidup selalu terilhat sepuluh tahun lebih muda dari usia kita. Terutama jiwa muda dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Atau lebih senang, terlihat tua dan rapuh dalam menghadapi aneka permasalahan kehidupan !!! Bagaimana pendapat sahabat ???

Masrukhul Amri: Seorang Knowledge Entrepreneur-pengusaha gagasan, bertempat tinggal di hp. 0812-2329518, Aktivitas sehari-hari sebagai Konsultan Manajemen Stratejik-Alternatif dan Director The Life University; Reengineering Mindsets - Unlocking Potential Power. Spesialis konsultasi alternatif di beberapa perusahaan nasional dan multi nasional MBA-Main Bersama Amri di CyberMQ dan dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung. Mottonya adalah mari sama-sama belajar menjadi yang terbaik. Website http://amri.web.id http:/masamri.multiply.com e-mail : amri{at}mq{dot}

comments powered by Disqus

Sembilan Langkah Supaya Anak Mau makan

Bukan itu saja. Ketika disuapi, anak bertingkah macam- macam. Ia lari ke sana ke mari, dan menangis jika dipaksa duduk. Jika pun mau makan, makanan tersebut tak dikunyah segera, tetapi diemut dulu.

connect with abatasa